Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Menko Luhut Sebut PLN Butuh 16,2 Juta Ton Batu Bara Sepanjang Januari

Masih ada kekurangan armada sebanyak 18 vessel dan 211 tongkang. Sejauh ini, baru ada 11 vessel dan 187 tongkang untuk menutup kekurangannya.
- Apahabar.com     Selasa, 11 Januari 2022 - 13:00 WITA

Menko Luhut Sebut PLN Butuh 16,2 Juta Ton Batu Bara Sepanjang Januari

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah perlu 16,2 juta metrik ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan hari operasi (HOP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (Persero) dan perusahaan pembangkit independen (Independent Power Producer/IPP) pada Januari 2022.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada kekurangan pasokan sebanyak 2,1 juta metrik ton batu bara untuk pembangkit di dalam negeri.

Namun, kekurangan itu sudah terpenuhi dari tambahan penugasan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM pada 9 Januari 2022.

“Total kebutuhan armada untuk mengangkut batu bara demi memenuhi target HOP akhir Januari 2022 sebanyak 130 vessel shipment dan 771 tongkang shipment,” kata Luhut, dikutip dari CNNIndonesia, Senin (10/1).

Masih ada kekurangan armada sebanyak 18 vessel dan 211 tongkang. Sejauh ini, baru ada 11 vessel dan 187 tongkang untuk menutup kekurangannya.

“Sisanya masih dalam proses nominasi dan seluruhnya digaransi ketersediaannya oleh INSA, sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan PLN,” papar Luhut.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan ketersediaan pasokan batu bara di Indonesia minim lantaran sejumlah pengusaha tak menaati aturan pemenuhan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (domestic market obligation/ DMO).

Oleh sebab itu, pemerintah sempat melarang ekspor batu bara hingga akhir Januari 2022. Namun, setelah ditelisik ulang, rupanya kelangkaan pasokan disebabkan kebijakan PLN yang membeli batu bara dari trader yang tak memiliki kewajiban DMO.

Setelah itu, pemerintah sepakat membuka kembali izin ekspor batu bara mulai Rabu (12/1). Pemerintah juga melarang PLN membeli batu bara lewat trader, tetapi wajib langsung ke perusahaan tambang.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harganas XXVI di Kalsel, Sejumlah Kepala Daerah Tempati Best Western Kindai Hotel
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Datar dan Rawan Terkoreksi
Hauling Km 101

Ekbis

Buntut Police Line-Blokade Hauling KM 101 Tapin: Pengusaha Tongkang Merengek

Ekbis

Aktivitas Manufaktur Mulai Menggeliat, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Siap-siap, Jutaan Nasabah BRI Berpeluang Terima Bantuan Rp2,4 Juta

Ekbis

Anti Bocor, Ban Tanpa Udara Dibanderol Rp600 Ribuan
apahabar.com

Ekbis

Pengusaha Sambut Baik Rencana Omnibus Law
apahabar.com

Ekbis

Keluhan Gubernur Kaltim Sering Didikte Bangsa Lain
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com