[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Meski Melemah, Rupiah Diramal Tak Sampai Terpuruk

Nilai tukar rupiah dalam tren pelemahan sejak beberapa hari terakhir terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
- Apahabar.com     Kamis, 6 Januari 2022 - 14:26 WITA

Meski Melemah, Rupiah Diramal Tak Sampai Terpuruk

Ilustrasi rupiah. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah dalam tren pelemahan sejak beberapa hari terakhir terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Apalagi Bank Sentral AS (The Fed) baru saja memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Sehingga arus modal asing mulai meninggalkan tanah air. Pada Kamis (6/1/2022), US$ 1 dibanderol Rp 14.385 di pasar spot. Rupiah melemah 0,21% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Rabu (5/11).

“Investor asing khususnya tentu akan memindahkan portfolio asetnya dari sini. Ini sudah terlihat dari posisi kepemilikan asing di SUN saat ini,” ungkap Ekonom Maybank Myrdal Gunarto mengutip CNBC Indonesia.

Meski demikian, Myrdal menilai pasar obligasi domestik masih terjaga gejolak di pasar keuangan. Di samping tinginya partisipasi Bank Indonesia (BI dan perbankan domestik yang memiliki likuiditas berlimpah.

“Situasinya akan berubah kalau perbankan kembali agresif menyalurkan kredit ke pihak ketiga. Sementara untuk pasar saham, pergerakannya bergantung pada situasi perekonomian domestik. Kalau terjadi pemulihan ekonomi yang pesat di tengah pandemi COVID19, maka IHSG diproyeksikan masih akan terus mengalami tren rally kedepannya,” terangnya.

Pelemahan rupiah diperkirakan masih akan berlangsung ke depan. Namun Myrdal meyakini pelemahannya tidak terlalu dalam, seiring rendahnya kepemilikan asing pasar surat utang negara dan ekspor yang masih berada pada tren positif.

“Dengan eksposur investor asing yg tidak sekuat beberapa tahun lalu, plus ditambah lagi dengan performa ekspor yang masih cukup baik seiring harga komoditas andalan lokal yang masih tinggi, maka USD/IDR diproyeksikan masih akan berada di kisaran 14200-14600 pada tahun ini,” jelas Myrdal.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polri: Aparat Bekerja Tak Sesuai SOP Akan Ditindak Tegas
Viral

Nasional

Viral, Video Kamar Indekos Penuh Darah Haid, Pemilik Naik Pitam!
apahabar.com

Nasional

PWI: Kalsel Penyelamat Hari Pers Nasional 2020

Nasional

Ketiban Durian Runtuh, Setoran ke Negara Naik Ribuan Persen
apahabar.com

Nasional

Berkas Gugatan Diterima PN Jakpus, Wartawan Senior Ilham Bintang Dapat Dukungan
apahabar.com

Nasional

Simak Poin-poin Kontroversial di Draf Omnibus Law Cipta Kerja

Nasional

Polisi Segera Limpahkan Berkas Kasus Kece dan Yahya Waloni ke Kejaksaan
apahabar.com

Nasional

Polisi Sebut Ambulans Nyaris Tabrak Petugas Diduga Pasok Batu ke Pedemo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com