Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

PBNU Diisi Pengurus Perempuan, Begini Penjelasan Gus Yahya

Untuk pertama kalinya, sejak didirikan tahun 1926, Nahdlatul Ulama memiliki pengurus dari kalangan perempuan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut ada keperluan yang menurutnya mendesak, sehingga memasukkan sejumlah nama perempuan di kepengurusan.
- Apahabar.com     Rabu, 12 Januari 2022 - 18:36 WITA

PBNU Diisi Pengurus Perempuan, Begini Penjelasan Gus Yahya

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, sejak didirikan tahun 1926, Nahdlatul Ulama memiliki pengurus dari kalangan perempuan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut ada keperluan yang menurutnya mendesak, sehingga memasukkan sejumlah nama perempuan di kepengurusan.

“Sejak awal didirikan sebenarnya tidak ada pembatasan di PBNU. Sekarang tokoh perempuan dimasukkan karena memang ada kebutuhan yang mendesak,” kata dia, di kantornya, seperti dilansir CNN Indonesia.com, Jakarta,Rabu (12/1).

Diketahui, ada beberapa tokoh perempuan yang masuk dalam struktur baru PBNU masa bakti 2022-2027. Di jajaran Mustasyar, ada nama Nafisah Sahal Mahfudz, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, dan Mahfudloh Ali Ubaid.

Di jabatan A’wan, ada nama Nafisah Ali Masum; Badriyah Fayumi; serta Ida Fatimah Zaenal. Di jajaran Tanfidziyah, ada nama Khofifah Indar Parawansa serta Alissa Qotrunnada Wahid sebagai Ketua.

“Ada masalah-masalah (isu) besar terkait isu perempuan. Kita ajak tokoh perempuan yang paling tangguh dan kuat, seperti ibu Khofifah yang nanti akan kita andalkan juga Ibu Alissa,” kata dia.

Yahya menambahkan secara keorganisasian sejak awal tidak ada larangan masuknya perempuan dalam struktur pengurus NU. Ia menegaskan kepengurusan perempuan dalam tubuh NU hanya soal waktu.

“Sebelumnya tidak ada larangan juga pengurus perempuan dalam NU,” kata mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Di tempat yang sama Alissa Wahid mengatakan masukkan nama perempuan dalam jajaran kepengurusan PBNU merupakan terobosan yang sangat penting.

“Sejak awal NU kita sadari ruang perempuan sangat besar. Selama ini tokoh-tokoh perempuan NU tidak hanya mengurusi kiai tapi juga pondok putri juga pengajian dan kegiatan di ruang publik juga banyak diurusi Bu Nyai,” ujar putri dari Presiden keempat RI Abdurahman Wahid atau Gus Dur ini.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tabur Bunga Harumkan Peringatan Hari Ibu Ke-90
apahabar.com

Nasional

Terlibat Baku Tembak di Papua, Tiga Prajurit TNI Gugur
Afghanistan

Nasional

Menlu Cerita Proses Evakuasi WNI: Izin Mendarat di Kabul Sempat Ditunda
apahabar.com

Nasional

Bentrok Polisi-FPI, LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban
HPN 2020

Nasional

Hari Pers Nasional Bersama Jokowi, Simak Jadwalnya
apahabar.com

Nasional

Penggerebekan Terduga Teroris Bikin Geger Warga Palangkaraya

Nasional

Jokowi Minta Dikritik, SBY dan JK Turun Gunung
apahabar.com

Nasional

BJ Habibie Wafat, Bupati HST Serukan Pengibaran Bendera Setengah Tiang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com