Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Pelaku Pencabulan Santriwati Belum Ditetapkan Tersangka, Kohati Soroti Kinerja Penegak Hukum

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum ulama di Balikpapan terhadap belasan santriwati di salah satu Pondok Pesantren di kawasan Balikpapan Utara belum ada titik terang
- Apahabar.com     Sabtu, 8 Januari 2022 - 21:54 WITA

Pelaku Pencabulan Santriwati Belum Ditetapkan Tersangka, Kohati Soroti Kinerja Penegak Hukum

Ketua Kohati Cabang Balikpapan, Rinda. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum ulama di Balikpapan terhadap belasan santriwati di salah satu Pondok Pesantren di kawasan Balikpapan Utara belum ada titik terang. Bahkan hingga saat ini pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka, padahal sudah ada belasan santriwati yang diduga dicabuli oknum ulama berinisial MF ini.

Menanggapi hal tersebut Korps HMI- Wati (Kohati) Cabang Balikpapan menyayangkan respon dari penyidik Ditreskrimum Polda Kaltim yang dinilai lambat.

Ketua Kohati Cabang Balikpapan, Rinda mengatakan dengan adanya kasus tersebut membuktikan bahwa Balikpapan masih jauh dari kata aman untuk perempuan dan anak.

“Maka dari itu kami minta aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dalam menangani kasus ini agar tidak ada korban selanjutnya dan pelaku dapat mendapatkan efek jera dengan hukuman sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Rinda juga mengatakan kasus ini butuh pengawalan dan pendampingan kepada para korban terlebih lagi secara psikis korban akan mengalami efek trauma yang luar biasa setelah menjadi korban pencabulan.

“Selain meminta penegak hukum untuk bertindak cepat dalam menangani kasus ini, Kohati Cabang Balikpapan juga akan ikut mengawal kasus ini dan mengajak seluruh aktivis perempuan di Balikpapan untuk sama-sama mengawal segala kasus Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang ada di Kota Balikpapan,” paparnya.

Berdasarkan data dari DP3AKB bahwa angka kekerasan seksual pada tahun 2021 di kota Balikpapan mencapai angka 45 bahkan kasus ini didominasi oleh korban anak-anak dengan persentase sabanyak 97 persen.

“Pada tahun 2021 balikpapan mendapatkan penghargaan kota layak perempuan dan anak. Tetapi jika kasus seperti ini tidak segera ditangani dengan tegas dan cepat oleh pihak berwajib maka penghargaan seperti itu hanya akan menjadi omong kosong belaka, karena realitas sosialnya tidak sesuai dengan apa yang dicitrakan selama ini ke hadapan publik,” ujarnya.

Rinda juga mengatakan pihak pemerintah dan aparat penegak hukum harus tegas menyikapi persoalan ini. Sebab kasus ini melibatkan lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat anak menimba ilmu.

“Dengan banyaknya kasus yang terjadi dikalangan pendidikan. terutama di kota Balikpapan perlunya penyelesaian yang tepat dan titik jerah terhadap pelaku yang melakukan terutama di tingkat pendidikan karena pada dasarnya lembaga tersebut merupakan tempat untuk mencari ilmu dan wadah untuk menuju cita yang mereka inginkan,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Waspada Penyakit Pasca Banjir

Kaltim

Janji Menang Terbayar, Persiba Taklukkan PSBS Biak 2-0
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Bertekad Kreatif Optimalkan PAD
Kebakaran

Kaltim

Tiga Rumah Hangus Terbakar di Karang Anyar Balikpapan, Pemadaman Terkendala Kerumunan
40 Mahasiswa

Kaltim

40 Mahasiswa Kaltim di Mesir Diguyur Beasiswa, UAS Bersyukur
Digoyang Wanita Penghibur

Kaltim

Teman Digoyang Wanita Penghibur di Balikpapan, Botol Bir Melayang
Masjid At Taqwa Balikpapan

Kaltim

Antrean Panjang Vaksinasi Merdeka di Masjid At Taqwa Balikpapan

Kaltim

Tenang, Stok Daging dan Telur di Kaltim Aman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com