Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan? Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto

Persoalan Ketenagakerjaan ‘Kusut’ Jadi Atensi Disnakertrans Kotabaru

Persoalan menyangkut ketenagakerjaan menjadi atensi tersendiri bagi pemerintah daerah di Kotabaru, Kalsel.
- Apahabar.com     Sabtu, 29 Januari 2022 - 14:41 WITA

Persoalan Ketenagakerjaan ‘Kusut’ Jadi Atensi Disnakertrans Kotabaru

Work Shop ketenagakerjaan digelar mengusung tema 'Dampak Implementasi UU Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) digelar Dinsnakertrans Kotabaru. Foto-Sugian Noor for apahabar.com

apahabar.com, KOTABARU – Persoalan menyangkut ketenagakerjaan menjadi atensi tersendiri bagi pemerintah daerah di Kotabaru, Kalsel.

Sebagai upaya mengurai persoalan ketenagakerjaan ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotabaru bersama Disnakertrans Provinsi Kalsel menggelar work shop ketenagakerjaan.

Sementara, work shop diramu sepenuhnya oleh perguruan tinggi Politeknik Kotabaru, dan acaranya berlangsung selama dua hari di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin.

Work shop kali ini, menghadirkan Kadisnakertrans Provinsi Kalsel, Siswansyah, Kadisnakertrans Kotabaru, Sugian Noor, Direktur Politeknik, M Rezki Oktavianoor, serta para pejabat berkompeten di provinsi dan kabupaten.

Sugian Noor, mengatakan work shop ketenagakerjaan merupakan terobosan yang dilakukan Disnakertrans Kotabaru bekerjasama dengan Disnakertrans Provinsi Kalsel.

Work shop ketenagakerjaan sendiri mengangkat tema ‘Dampak Implementasi UU Cipta Kerja Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)

Kegiatan awal dirangkai dengan mensimulasikan, serta mereview kembali seluruh permasalahan ketenagakerjaan yang di Kotabaru. Termasuk, pola pemagangan yang dilakukan oleh perusahaan di daerah.

Persoalan lain yang juga dibahas, dan dinilai masih menjadi momok di Kotabaru ialah persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK), minimnya lowongan kerja, hak pekerja, serta tugas pengawasan norma kerja.

“Pada prinsipnya, kegiatan ini untuk kita bisa mengukur, mendeteksi, dan mencari solusi terbaik persoalan yang menyangkut dengan ketenagakerjaan di Bumi Sa Ijaan,” ujar Sugian, kepada apahabar.com, Sabtu (29/1) siang.

Sugian menambahkan, berbicara soal tenaga kerja, para perusahaan di Kotabaru tetap harus melaporkan ihwal setiap kali melakukan rekrutmen.

Informasi rekrutmen atau adanya peluang kerja sangat diharapkan bagi masyarakat. Utamanya, para pekerja lokal Kotabaru.

“Nah, dengan cara itu maka investasi akan berjalan dengan baik, serta serapan tenaga kerja lokal meningkat hingga, pada ujungnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sa Ijaan,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Siap-Siap, Pemkab Kotabaru Bakal Lelang 9 Jabatan Kepala Dinas

Pemkab Kotabaru

Akses Menuju Wisata Goa Lowo Kotabaru Semakin Dipermudah
Posyandu di Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Puluhan Kader Posyandu di Kotabaru Antusias Ikuti Lomba Mengolah Menu Kreasi PMT
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Toleransi Pemkab Kotabaru untuk Pengunjung Objek Wisata Siring Laut

Pemkab Kotabaru

Sayed Jafar Bagi-Bagi Masker, Warga Langsung Berkerumun
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

PT Sebuku Bayar Rp 700 M, Bangun Embung hingga RS di Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Masih Pandemi, Bupati Kembali Sebar Paket Bantuan di Pesisir Hilir Muara Kotabaru
PLN

Pemkab Kotabaru

Lancar Bayar PJU, Pemkab Kotabaru Diganjar Penghargaan PLN
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com