Via Pesantrenpreneur, Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Songsong Putaran Nasional Liga 3, Pemain Persemar Martapura Teken Kontrak Saingi Jembatan ‘Basit’, Banjarmasin Geber Megaproyek Pembelah Sungai Martapura Waketua DPRD Respons Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’ Fix! Sopir Batu Bara Tapin Batal Sweeping Truk Semen Tabalong

Polisi Buru Penyuruh Joki Vaksin Covid-19 di Banjarmasin

Masih ingat kasus joki vaksin Covid-19 di Banjarmasin Timur?
- Apahabar.com     Rabu, 12 Januari 2022 - 15:30 WITA

Polisi Buru Penyuruh Joki Vaksin Covid-19 di Banjarmasin

Kapolresta Banjarmasin Kombes Sabana memastikan anggotanya tengah memburu penyuruh Gazali. apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Masih ingat kasus joki vaksin Covid-19 di Banjarmasin Timur?

Selain memastikan Gazali Rahman (29) bakal diproses secara hukum, polisi juga melakukan pendalaman terhadap siapa orang yang menyuruh pelaku.

“Kita cari orang yang menyuruhnya,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, Rabu (12/1).

Sementara pelaku, kata Sabana, meski tidak ditahan lantaran ancaman hukuman di bawah 5 tahun, tetap akan diproses.

“Nanti pengadilan yang menentukan,” katanya.

Terakhir, Sabana menghimbau agar tidak ada lagi masyarakat yang coba-coba untuk melakukan aksi joki vaksin.

Sebelumnya, polisi berhasil mengungkap kasus perjokian vaksin Covid-19 di Banjarmasin.

Joki satu ini bernama Gazali Rahman (29). Ia warga kebun bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo membenarkan jika kini Gazali telah diamankan.

Ia pun sangat menyayangkan temuan salah satu warga Kota Banjarmasin yang menjadi joki vaksin.

Oleh karenanya, siapa saja yang coba-coba mengacaukan program vaksinasi Covid-19, Sabana berjanji akan menindak tegas.

“Jadi jangan coba-coba menjadi joki vaksin,” ujar Kapolresta Banjarmasin, kepada awak media, usai menjalani press rilis, di Polsekta Banjarmasin Timur, Kamis (6/1) siang.

Untuk saat ini, oknum yang diamankan terkait kasus joki vaksin tersebut sudah memasuki proses sidik.

“Untuk pelaku dikenakan UU Penangan Wabah, nomor 4 tahun 84 pasal 14, dengan ancaman 1 tahun penjara,” papar Kapolresta.

“Walaupun tidak bisa ditahan, namun tetap akan diproses, untuk memberi efek jera,” tambahnya.

Dalam melakukan aksinya, rupanya pelaku sudah dua kali beraksi. Ia sengaja dibayar untuk mendapatkan surat vaksin.

“Pelaku diupah uang sebesar Rp180 ribu, untuk menjadi joki vaksin,” ungkap Kapolresta.

Seirama, oknum yang memerintahkan si joki juga akan diproses polisi sampai sejauh mana keterlibatannya.

“Nanti akan kita dalami lagi, untuk modus dan oknum yang memerintah pelaku tersebut, dan untuk orang yang memerintahnya juga akan kita proses seusuai dengan hukum yang berlaku,” tutur Sabana.

Mantan kapolres HST ini mengingatkan kepada seluruh warga kota Banjarmasin, agar jangan teribat dalam aksi joki vaksin.

“Jangan coba-coba menjadi joki vaksin, atau tidak akan kita proses lanjut sampai ke persindangan,” tegas Kapolresta.

Sementara itu Gazali berdalih dirinya melakukan aksi tersebut lantaran butuh duit.

“Karena tidak ada uang dan tidak ada kerjaan,” kata Gazali.

“Saya dibayar kisaran 150 sampai 200 ribu,” akunya.

Terungkapnya kasus ini berawal dari pelaku datang ke Puskesmas Terminal, Banjarmasin Timur untuk melaksanakan vaksin COVID-19 dosis kedua.

Saat tahap screning, pelaku ditanya oleh dokter dan tidak bisa menunjukan kartu vaksin dosis 1 dan menjawab ketinggalan.

Kemudian pelaku juga ditanya dokter untuk SMS notifikasi vaksin dan menjawab sudah terhapus. lalu dokter kembali menanyakan kartu identitas lainnya seperti SIM dan lainnya dan lagi dijawab tidak membawa.

Dokter yang bertugas mengecek dalam aplikasi menemukan kalau pelaku salah menulis NIK di form pendaftaran, sehingga data tidak muncul.

Dokter bertanya kembali untuk tanggal lahir dan pelaku ragu-ragu dalam menjawab sambil melihat Handphone (HP). Dokter pun meminta pelaku untuk pulang dulu mengambil KTP dan kartu vaksinasi dosis 1.

Pria tersebut lalu pulang dan kembali lagi sekitar 30 menit dan menunjukan kartu vaksinasi dosis 1 namun lewat HP saja.

Dokter meminta lagi pelaku menunjukan KTP namun hanya bisa menunjukan foto KTP yang ada di HPnya.

Dokter lagi meminta pelaku untuk membuka masker, dan wajahnya dengan foto di KTP yang ada di HP sangat berbeda.

Pria tersebut berkilah kalau dirinya sedang mengalami turun berat badan sehingga foto tersebut berbeda dangan wajahnya.

Dokter merasa curiga selanjutnya dilihat isi chat dalam HP pelaku ternyata isinya mengenai instruksi dari seseorang kepada pelaku mengenai proses vaksinasi dan penjelasan data apa saja saat pelaksanaan vaksin.

Saat dokter tanya mengenai chat, pelaku langsung panik dan merebut HP tersebut dan kabur keluar Puskesmas Terminal. Namun pelarian pelaku bisa diamankan oleh Security Puskesmas Terminal.

Dari pihak Puskesmas Terminal selanjutnya menghubungi Babinsa Sungai Lulut dan Babinsa Bhabinkamtibmas, saat dilaksanakan instrogasi awal terhadap pelaku dan memang mengakui sebagai joki vaksin dan mendapat imbalan sebesar Rp. 200.000,-.

Selanjutnya pria tersebut diamankan oleh Tim Piket Polsek Banjarmasin Timur.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sambangi Remaja di Pinggir Jalan Landasan Ulin, Polsek Banjarbaru Barat Ingatkan 3M
apahabar.com

Kalsel

Duh, Siring Sungai Kemuning Ambrol Akibat Hujan Deras Guyur Banjarbaru
PPKM Level IV

Kalsel

Tanbu Bersama 5 Kabupaten/Kota di Kalsel, Masuk PPKM Level IV
trans kalimantan

Kalsel

Hore! Jalan Trans Kalimantan di Batola Mulai Diperbaiki
apahabar.com

Kalsel

LK3 : Penyebaran Hoaks Berbau SARA Ancam Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Bungkam Soal Penetapan Tersangka Bupati Balangan
apahabar.com

Kalsel

Agen Tour dan Travel Mesti Putar Otak, Apa Penyebabnya? 
apahabar.com

Kalsel

Aliansi BEM Jakarta Protes Kebijakan Anies Baswedan, PMII Kalsel Sesalkan Itu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com