Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih Kisruh Wali Kota Vs Eks Direktur PDAM Bandarmasih, Sukro: Segerakan Penyertaan Modal! Banjir Mengancam, Jembatan-Jembatan Bertanda Silang di Banjarmasin Mau Diapakan? Demam Skuter Listrik, Di Banjarmasin Rp35 Ribu Free Foto

Polri Tangkap 392 Terduga Teroris pada 2021, Jatim-Sumut Terbanyak

Polri menangkap 392 terduga teroris di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2021.
- Apahabar.com     Rabu, 26 Januari 2022 - 22:00 WITA

Polri Tangkap 392 Terduga Teroris pada 2021, Jatim-Sumut Terbanyak

Polri menangkap 392 terduga teroris di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2021. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA- Polri menangkap 392 terduga teroris di berbagai wilayah Indonesia sepanjang tahun 2021.

Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri Brigjen Umar Effendi mengatakan penangkapan paling banyak di Jawa Timur.

“Mereka terlibat 26 kasus tindak pidana ekstremis dan terorisme di berbagai wilayah Indonesia,” kata Umar dalam agenda Halaqah Kebangsaan yang digelar MUI, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (26/1).

Sebanyak 35 terduga teroris ditangkap di Jawa Timur. Jumlah itu paling banyak dibanding penangkapan di daerah lain.

Di Sumatera Utara ada 33 orang, Sulawesi Selatan lebih dari 30 orang.

Kemudian, 21 terduga teroris ditangkap di Jakarta, 19 di Jawa Tengah, lalu 17 orang di Lampung.

“Kalau dijadikan pasukan jadi 4 kompi pelaku teror. Ini berbahaya. 1 kompi saja sudah maut, bagaimana 4 kompi,” kata Umar.

Umar mengatakan penyebaran paham terorisme paling marak belakangan ini menggunakan metode media sosial.

Menurut dia, media sosial memiliki kerawanan tinggi ketimbang media konservatif lainnya. Sebab, siapa saja bisa mengutarakan pandangannya di Medsos, termasuk dari kelompok terorisme.

“Bisa lewat chat medsos, hoax blasting penyebaran kebencian dan angkat isu kegagalan program pemerintah. Karena siapa saja dapat jadi penulis untuk publish apa yang diinginkan,” kata dia.

Metode lama seperti bedah buku, diskusi langsung terbatas hingga pengaruh lingkungan tempat tinggal juga masih menjadi medium penyebaran paham terorisme.

“Bisa dari keluarga, lingkungan kerja, sekolah, aktivitas keagamaan organisasi, hobi dan sebagainya,” kata dia.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) juga telah merilis data penangkapan terduga teroris sepanjang 2021. BNPT menyebut ada 364 terduga teroris yang ditangkap aparat penegak hukum.

Sebanyak 16 di antaranya terafiliasi dengan Front Pembela Islam (FPI) yang telah dilarang keberadaannya oleh pemerintah Indonesia.

Kemudian, 178 orang terafiliasi Jamaah Islamiyah (JI), 154 orang terafiliasi JAD, dan 16 orang lain terafiliasi MIT.

Dari 364 yang ditangkap, sebanyak 332 orang telah telah menjalani proses hukum lanjutan ke tahap penyidikan oleh Densus. Lalu, tiga orang telah dilimpahkan ke penuntut umum, 13 orang meninggal dunia, dan 16 orang dipulangkan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: Ani Yudhoyono Peduli Masyarakat Daerah Bencana

Nasional

Serapan Rendah, Airlangga Desak Pemda Genjot Anggaran
apahabar.com

Nasional

Setelah Banjarmasin, Giliran Balikpapan Gempar Video Mesum Pelajar
Ilustrasi. Foto-Net.

Nasional

Kasus Omicron di Indonesia Meningkat, Capai Angka 254

Nasional

Banjir di Aceh Besar, 486 Rumah Terendam
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Kowani Tangkal Berita Bohong

Nasional

Polisi Tahan Irjen Napoleon dan Pengusaha Tommy Sumardi Terkait Kasus Pencabutan Red Notice Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Hore! Pekerja Bakal Dapat Bantuan Rp 600.000/Bulan dari Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com