Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Proyek Jembatan Paringin Terancam Molor, Kontraktor Siap-Siap Kena Denda

Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalsel memberikan respons terkait masalah yang terjadi di proyek Jembatan Paringin.
- Apahabar.com     Kamis, 6 Januari 2022 - 15:53 WITA

Proyek Jembatan Paringin Terancam Molor, Kontraktor Siap-Siap Kena Denda

Kontraktor Jembatan Paringin bakal didenda jika tak segera menyelesaikan proyek tersebut. Foto-Dok

apahabar.com, PARINGIN – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalsel memberikan respons terkait masalah yang terjadi di proyek Jembatan Paringin.

Seperti diketahui proyek tersebut menuai polemik karena pengerjaannya dinilai lamban. Pembayaran upah tukang yang tak tepat waktu juga membuat sebagian pekerja memilih pulang kampung.

PPK 2.2 BPJN Provinsi Kalsel, Dwi Wahyono, mengatakan pihaknya segera melakukan upaya koordinasi agar kontraktor Jembatan Paringin segera menyelesaikan permasalahannya.

“Sekarang pekerja telah bekerja kembali, kami minta kepada kontraktor agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tegasnya kepada apahabar.com, Kamis (6/1).

Menurut dia, BPJN Kalsel telah membayar sesuai progres. Jika kontraktor tidak segera menyelesaikan pekerjaannya, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memberikan sanksi.

“Jika kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan hingga akhir Februari, maka akan dikenakan denda satu seperseribu dari nilai kontrak dan masa denda maksimal 90 hari,” jelasnya

Jembatan ini digarap BPJN Wilayah Kalsel dengan nilai proyek mencapai Rp 3 miliar. Proyek Jembatan Paringin merupakan bagian dari 23 kegiatan yang ditangani BPJN Kalsel.

Sumber anggarannya dari APBN Kementerian PUPR dengan total dana lebih dari Rp 8 miliar.

Dilihat dari nilai kontrak, diperkirakan kontraktor akan membayar denda Rp 8 juta per hari jika bekerja di masa denda.

Sementara itu, pihak pengawas pekerjaan Jembatan Paringin, AR mengabarkan permasalahan dengan pekerja sudah selesai.

“Sudah kita bayarkan semua gaji yang tertunda,” ucapnya kepada apahabar.com, Kamis (6/1).

AR menjelaskan terkait papan informasi tidak di pasang di Jembatan Paringin karena proyek tersebut dikerjakan secara global untuk 23 jembatan.

“Papan informasi pekerjaan dipasang pada tiga tempat yaitu Kandangan, Atanik dan Marabahan,” bebernya

Proyek pembangunan Jembatan Paringin menuai kritik karena progres pekerjaannya lambat.

Berdasarkan pantauan apahabar.com, Selasa (4/1) kemarin, kondisi lantai jembatan masih sama seperti beberapa waktu lalu. Hanya ada tumpukan besi dan terpal biru yang menggantung di jembatan tersebut.

Padahal, Pelaksana Lapangan Perbaikan Jembatan Paringin, Puji Ari Prabowo, beberapa waktu lalu pernah berjanji akan mengecor jembatan sebelum kalender 2021 berganti.

Sementara jembatan masih dalam proses perbaikan, arus lalu lintas masih dialihkan ke jalan alternatif. Ada dua opsi jalan alternatif, yakni Japan Gunung Pandau dan Bungin untuk kendaraan bermotor ringan.

Sedangkan untuk kendaraan bermotor berat dialihkan melewati Jalan Amuntai, Kabupaten HSU.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Disebut KPK Calon Kepala Daerah Terkaya, Intip Respons H. Muhidin
apahabar.com

Kalsel

Parkir RSUD Ulin Digratiskan, Pengelola Bingung Bayar Gaji Karyawan
Ketika Duta Wisata Tapin Rela Terjun ke Pasar demi Tangkal Covid-19

Kalsel

Ketika Duta Wisata Tapin Rela Terjun ke Pasar demi Tangkal Covid-19
CSR Bank Kalsel

Kalsel

CSR Bank Kalsel Sokong Eksistensi UMKM Banjarbaru di Tengah Pandemi
Jokowi

Kalsel

Supian HK Taruh Harapan Tinggi Atas Kunjungan Jokowi ke Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tujuh Pesan Pangeran Antasari yang Harus Diketahui
apahabar.com

Kalsel

Lembaga Penyiaran Diminta Berimbang Beritakan Pemilu
apahabar.com

Kalsel

Di Kalsel, Mendagri Minta Masker Jadi Alat Kampanye Pilkada
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com