[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Respons Bupati Banjar Terkait Rencana Pembentukan Kabupaten Gambut Raya

Bupati Banjar H Saidi Mansyur merespon rencana pemekaran Kabupaten Gambut Raya berpisah dari induknya Kabupaten Banjar.
- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 19:36 WITA

Respons Bupati Banjar Terkait Rencana Pembentukan Kabupaten Gambut Raya

Bupati Banjar H Saidi Mansyur, saat menyampaikan sambutan pelantikan pejabat fungsional lingkup Kabupaten Banjar, Jumat (31/12). Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur merespon rencana pemekaran Kabupaten Gambut Raya berpisah dari induknya Kabupaten Banjar.

Ia mengatakan apresiasi terhadap kajian dari Panitia Penuntutan Pembentukan Kabupaten Gambut Raya yang diketuai H Supian HK.

“Dari hasil audiensi kemarin kita apresiasi hasil kajiannya. Namun secara teknis (harus dulu) diproses sesuai dengan ketentuannya,” ujar Saidi kepada apahabar.com, Senin (3/1).

Untuk diketahui, rombongan Panitia Penuntutan Pembentukan Kabupaten Gambut Raya yang diketuai H Supian HK, seorang politikus Golkar juga Ketua DPRD Provinsi Kalsel melakukan audiensi ke rumah dinas Bupati Banjar H Saidi Mansyur, Sabtu (1/1) malam.

Pada kesempatan itu rombongan menyerahkan dokumen kajian pemekaran Gambut Raya. Ada 6 dari 20 kecamatan yang dimasukkan dalam pemekaran Gambut Raya, yakni Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Aluh Aluh, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.

Pemekaran suatu daerah harus disetujui kepala daerah dan DPRD daerah induk, termasuk persetujuan gubernur dan DPRD Provinsi yang kemudian diusulkan ke pemerintah pusat dan DPR RI.

Sebelumnya, Sekda Banjar H Mokhamad Hilman mengatakan tim pembentukan Gambut Raya harus bersurat dulu secara resmi kepada Bupati Banjar dan DPRD Banjar, sebagai dasar awal untuk mengajukan pemekaran ke Kabupaten Induk.

TIM peneliti Panitia Penuntutan Pemekaran Kabupaten Gambut Raya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr Taufik Arbain mengklaim 98 persen warga setuju dengan pemekaran Gambut Raya.

Kajian sudah berjalan sejak tahun 2020, di mana responden digarap tim peneliti dari enam kecamatan yang menyatakan diri siap bergabung ke Kabupaten Gambut Raya.

Ia menjelaskan, perjuangan untuk menjadi kabupaten mandiri berawal tahun 1998. Taufik menuturkan, syarat pemekaran daerah minimal lima kecamatan sudah terlampaui dengan setujunya 6 kecamatan yang terdiri 84 desa dan 6 kelurahan.

“Dari segi penduduk juga sudah di atas 200 ribu jiwa. Sangat wajar Gambut Raya menjadi daerah otonom baru,” ujarnya.

Ia menegaskan berdasarkan hasil akhir penelitian jelas menggambarkan Gambut Raya sangat layak jadi kabupaten baru terpisah dari induknya Kabupaten Banjar.

“Kami sudah teliti dan kaji dengan benar bahwa Kabupaten Banjar ketika memekarkan Kabupaten Gambut Raya tidak akan menjadikan tertinggal. Sebab, Kabupaten Banjar masih memiliki sumber daya alam (SDA) yang kaya,” kata Taufik.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemkab Banjar

Pekan Special Olympic Siap Digelar Awal Juli Ini di Kabupaten Banjar
Harjad ke-71 Kabupaten Banjar

Pemkab Banjar

Harjad ke-71 Kabupaten Banjar, Bupati Launching Tiga Inovasi

Pemkab Banjar

Harjad 71 Kabupaten Banjar, Bupati Beri Penghargaan SKPD Berprestasi

Pemkab Banjar

Apkasi Dorong Para Guru Beradaptasi dengan Metode Pendidikan Era Digital

Pemkab Banjar

Vaksinasi Sekaligus Pasar Murah, Warga di Martapura Antusias
Piala Kalpataru

Pemkab Banjar

Diarak dari Bandara, Piala Kalpataru Sampai di Martapura

Pemkab Banjar

Pemkab Banjar Siapkan Vaksinasi Anak 6-12 Tahun, Target 59 Ribu Lebih
apahabar.com

Pemkab Banjar

Pemkab Banjar Paparkan Dua Inovasi Unggulan di Ajang Kompetisi Pelayanan Publik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com