Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan

Selama 2021, Pendapatan Asli Daerah Tabalong di Atas Rp 166 Miliar

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong mencapai Rp 166.926.830.626,74 miliar atau 89,23 persen dari target daerah yakni Rp 187.075.639.850 miliar.
- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 16:17 WITA

Selama 2021, Pendapatan Asli Daerah Tabalong di Atas Rp 166 Miliar

Kepala BPPRD Tabalong, H Erwan, memantau pelayanan penerimaan pembayaran pajak di kantornya. Foto - apahabar.com/M.Al-Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong mencapai Rp 166.926.830.626,74 miliar atau 89,23 persen dari target daerah yakni Rp 187.075.639.850 miliar.

Capaian PAD tersebut bersumber dari pajak daerah, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Tabalong, H Erwan mengatakan untuk pajak daerah diperoleh hasil sebesar Rp 69 miliar lebih, retribusi daerah realisasinya Rp 7,2 miliar lebih.

“Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 12,7 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 77,8 miliar lebih,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya, Senin (03/01).

Erwan mengungkapkam untuk pajak daerah komponennya 11 jenis, yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air tanah.

Kemudian pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak bumi bangunan pedesaan dan perkotaan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Sementara itu, pendapatan dari retribusi berasal dari retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, retribusi perijinan tertentu.

Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan berasal dari bagi laba yang dibagikan kepada Pemerintah Daerah (Deviden) atas penyertaan modal pada BUMD (Lembaga Keuangan) dan bagi laba yang dibagikan kepada Pemda (Deviden) atas penyertaan modal pada BUMD (Aneka Usaha).

“Untuk lain-lain pendapatan asli daerah yang sah di antaranya dari hasil penjualan BMD yang tidak dipisahkan dan hasil pemanfaatan BMD yang tidak dipisahkan,” beber Erwan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tabalong

Warga KTB Catur Karya Antusias Sambut Tim Penilai Provinsi Kalsel

Tabalong

Paling Ditunggu Setiap Musim Buah, Langsat Tanta Malah Terancam Punah
apahabar.com

Tabalong

Stok Kosong, Ayo Segera Donorkan Darah di PMI Tabalong!
PT Adaro Indonesia

Tabalong

Adaro Mulai Vaksin Karyawannya, Ribuan Orang Jadi Sasaran
PDAM Tabalong

Tabalong

Resmi! PDAM Tabalong Kini Ganti Nama
P3K Tabalong 2021

Tabalong

Hasil Seleksi P3K Tabalong 2021: Ratusan Calon Guru Lulus, Non Guru Cuma 4
Narkoba

Kalsel

Polisi Tabalong Tangkap Pria HST Pengedar Sabu, 2 Temannya Masuk DPO

Tabalong

Tentukan Jabatan Selanjutnya, Belasan Pejabat Eselon IIB di Tabalong Ikuti Assessment
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com