Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Sidang Kasus Sabu Banjarbaru, JPU Tanggapi Pledoi Kuasa Hukum

Terdakwa kurir sabu asal Banjarbaru, JN (34) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (24/1).
- Apahabar.com     Senin, 24 Januari 2022 - 23:17 WITA

Sidang Kasus Sabu Banjarbaru, JPU Tanggapi Pledoi Kuasa Hukum

Sidang kasus sabu di PN Banjarmasin, Senin (24/1). Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Terdakwa kurir sabu asal Banjarbaru, JN (34) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Senin (24/1).

Agenda sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Heru Kuntjoro mendengar tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas nota pembelaan atau pledoi yang diminta oleh JN, Senin (17/1) lalu.

Adapun pledoi yang disampaikan oleh JN dengan kuasa hukumnya, Krishna Dewa yaitu meminta agar terdakwa dibebaskan.

Alasan kuasa hukum meminta agar terdakwa JN dibebaskan salah satunya dari proses penangkapan hingga penyidikan oleh BNN Kalsel dinilai cacat prosedur.

“Adanya kecurigaan soal absah atau tidaknya BAP oleh penyidik BNN Kalsel karena adanya perbedaan di sprindik dengan laporan kasus narkotika (LKN),” kata Krishna Dewa.

Sewaktu diperiksa oleh polisi, kata Dewa, JN tidak sekalipun didampingi oleh kuasa hukum.

Namun faktanya, di BAP, JN tertulis sudah didampingi oleh kuasa hukum dari lembaga kajian bantuan hukum (LKBH).

“Tapi di BAP itu, kuasa hukum yang mendampingi bukan advokat, tapi seorang aparatur sipil negara (ASN),” katanya.

“Hal itu yang kami pertanyakan, apakah itu sah?,” imbuhnya.

Kejanggalan lain anggota dari BNN Kalsel menggunakan teknik undercover buy saat menangkap JN. Namun di persidangan tidak sama sekali disampaikan.

“Dalam persidangan diketahui tidak ada transaksi antara klien kami dengan anggota yang menangkap,” katanya.

Lebih jauh, Dewa juga menyesalkan tidak adanya pemeriksaan terhadap terduga pelaku lain, yakni DW sebagai pemilik barang dan TN teman JN yang mengirimkan narkoba tersebut yang saat ini berada di Lapas Medan.

“Alasan mereka karena jarak yang jauh dan akan memakan biaya, itu tidak profesional,” katanya.

Menanggapi pledoi itu, Jaksa Penuntut Umum, Ira Dwi Purbasari tetap pada pendiriannya, yakni meminta majelis hakim untuk menolak nota pembelaan penasehat hukum terdakwa.

Kemudian mengabulkan semua tuntutan jaksa penuntut umum yang telah dibacakan pada Senin (10/1), yakni menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Panglima TNI

Kalsel

Dear Panglima TNI : HST Minta Diprioritaskan Evakuasi Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Animo Cukup Tinggi, Balap Kelotok Ces Masuk Agenda Tahunan
apahabar.com

Kalsel

Komsos dengan Kodim 1007/Banjarmasin, KBT Dibekali Pembekalan Penanggulangan Bencana
apahabar.com

Kalsel

May Day 2020 di Kalsel: Buruh Tetap Aksi, Apindo Imbau PSBB
Jokowi

Kalsel

Jokowi di Rakernas Hipmi 2021: Investasi-Hilirisasi Industri Jadi Kunci
apahabar.com

Kalsel

Asap Masih Menguasai Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Refleksi HUT RI ke-74, Pemuda di Tengah Serangan Budaya Asing

Kalsel

Polres Banjarbaru Dukung Penuh Pemprov Kalsel Antisipasi Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com