Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Sukses di AS, Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Perlu Dikaji Sisi Agama dan Etik

Pekan ini ramai pemberitaan transplantasi jantung babi ke manusia di AS berjalan sukses. Lantas bagaimana jika diterapkan di Indonesia?
- Apahabar.com     Kamis, 13 Januari 2022 - 13:50 WITA

Sukses di AS, Transplantasi Jantung Babi ke Manusia Perlu Dikaji Sisi Agama dan Etik

Transplantasi jantung babi ke manusia di AS dianggap berjalan sukses. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Pekan ini ramai pemberitaan transplantasi jantung babi ke manusia di AS berjalan sukses. Lantas bagaimana jika diterapkan di Indonesia?

Sebelumnya, tim pimpinan dokter bedah Bartley P Griffith, MD melakukan transplantasi jantung babi yang sudah dimodifikasi secara genetik kepada David Bennett.

Pasien berusia 57 tahun dengan penyakit jantung parah sukses menjalani operasi transpalasi jantung babi di Pusat Medis Universitas Maryland di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (7/1).

Lantas bagaimana jika diterapkan di Indonesia? Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengemukakan perlu pengkajian serius mengenai transplantasi jantung babi ke manusia.

“Sebagai riset tentu ini menarik. Tetapi dari sisi etik dan kearifan lokal ini perlu dikaji,” kata Handoko seperti dilansir Antara, Kamis (13/1).

Handoko menuturkan bahwa pencangkokan organ hewan ke manusia atau xenotransplantasi merupakan hal yang menarik untuk dieksplorasi dari sisi riset.

Namun, menurut dia, ada banyak faktor termasuk etika dan budaya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan xenotransplantasi, prosedur yang antara lain melibatkan transplantasi, implantasi, atau pemasukan sel hidup, jaringan, atau organ hewan ke manusia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN Iman Hidayat menuturkan bahwa pintu untuk mendalami transplantasi organ hewan ke manusia tetap terbuka bagi peneliti Indonesia.

Meski demikian, ia melanjutkan, dalam hal ini faktor etika dan hukum agama harus dipertimbangkan mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

Apalagi, menurut Iman, masih ada opsi lain seperti pemasangan organ buatan dan transplantasi sel untuk memperbaiki fungsi organ.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, perkembangan xenotransplantasi sebagian didorong oleh fakta bahwa permintaan organ manusia untuk transplantasi klinis jauh melebihi pasokan.

Meski potensi manfaatnya cukup besar, xenotransplantasi dikhawatirkan menimbulkan infeksi pada penerima yang bisa menular ke kontak dekat mereka dan warga yang lain.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Guncangan Gempa di Sulteng Terasa di Gorontalo dan Manado
apahabar.com

Nasional

KPK Ungkap Modus Anggaran Covid-19 Diselewengkan untuk Kepentingan Pilkada

Nasional

Emak-emak Jagoan, Lerai Duel Sajam Pakai Sandal
apahabar.com

Nasional

Jokowi akan Hadiri Kampanye Akbar di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Survei: Publik Puas dengan Jokowi, Tapi 9 Menteri Berikut Kinerjanya Paling Buruk
apahabar.com

Nasional

PWI Aceh Gelar Doa Bersama Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Embarkasi Balikpapan Berangkatkan 6.730 Calon Haji
Vaksinasi Covid-19

Nasional

Presiden Jokowi Pastikan Vaksinasi Covid-19 Merata dari Sabang Sampai Merauke
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com