[FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka Ini Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Balikpapan

Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri Kimia

Selanjutnya, ia menuturkan pihaknya meminta kepada majelis hakim untuk mengumumkan identitas terdakwa dan disebarkan kepada masyarakat. Selain itu hukuman tambahan berupa tindakan kebiri kimia.
- Apahabar.com     Selasa, 11 Januari 2022 - 15:55 WITA

Terdakwa Kasus Pelecehan Seksual Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri Kimia

Terdakwa kasus pelecehan seksual yang dituntut hukuman mati dan kebiri kimia. Foto-Net

apahabar.com, BANDUNG – Terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap 13 orang santriwati, Herry Wirawan, dituntut hukuman mati dan kebiri kimia. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Bandung.

“Dalam tuntutan kami, kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati, sebagai bukti dan komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku atau pihak lain yang akan melakukan kejahatan,” ujar Kepala Kejati Jabar Asep N Mulyana kepada wartawan seusai sidang di PN Bandung, dilansir Republika, Selasa (11/1).

Selanjutnya, ia menuturkan pihaknya meminta kepada majelis hakim untuk mengumumkan identitas terdakwa dan disebarkan kepada masyarakat. Selain itu hukuman tambahan berupa tindakan kebiri kimia.

“Kami juga meminta kepada hakim untuk menjatuhkan pidana tambahan berupa pengumuman identitas melalui pengumuman hakim dan hukuman tambahan tindakan kebiri kimia,” katanya.

Asep menuturkan pihaknya meminta hakim juga agar terdakwa membayar Rp 500 juta subsider satu tahun kurungan pidana penjara. Selain itu harus membayar restitusi atau ganti rugi kepada korban sebesar Rp 331 juta lebih.

“Kami meminta hakim menjatuhkan hukuman pidana 500 juta subsider satu tahun kurungan dan mewajibkan terdakwa membayar restitusi kepada korban total Rp 331 juta,” katanya.

Pihaknya pun meminta hakim untuk membekukan, mencabut, dan membubarkan semua yayasan dan pesantren maupun boarding school terdakwa. Kemudian aset tersebut disita dan dilelang selanjutnya hasilnya digunakan untuk kelangsungan hidup para korban dan anaknya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Menteri Baru

Nasional

Nihil Menteri Baru dari Kalsel, Gubernur Mesti Kerja Ekstra Sokong IKN
apahabar.com

Nasional

PWI: Kalsel Penyelamat Hari Pers Nasional 2020

Nasional

Kalimantan Utara Masuk 10 Provinsi dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Bagaimana Kalsel?

Nasional

PNS Tetap Dilarang Cuti, Meski PPKM Level 3 Dibatalkan
Rupiah

Nasional

Rupiah ‘Demam’ PPKM Darurat ke Rp14.503 per Dolar AS
apahabar.com

Nasional

Langkah Jokowi-Ma’ruf Menembus Gerbang Istana 
apahabar.com

Nasional

Alasan DPR Kebut Pemilihan Kapolri
apahabar.com

Nasional

Negatif Narkoba, Sopir Truck Kecelakaan Maut Cipularang Masih Shock
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com