Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Tersisa 10 KK, Begini Kondisi Terkini Korban Longsor di Pulau Sembilan Kotabaru

- Apahabar.com     Senin, 3 Januari 2022 - 13:34 WITA

Tersisa 10 KK, Begini Kondisi Terkini Korban Longsor di Pulau Sembilan Kotabaru

Sepuluh KK korban longsor masih bertahan di Maradapan Pulau Sembilan Kotabaru. Foto: Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sejauh ini korban longsor di Desa Marabatuan, Pulau Sembilan, Kotabaru ternyata dilaporkan masih tersisa sebanyak sepuluh kepala keluarga (KK).

Sepuluh KK ini terpaksa masih tinggal di tempat pengungsian. Sebab, rumah mereka yang terdampak longsor masih belum ada perbaikan.

“Untuk korban longsor di Desa Maradapan hanya tinggal sepuluh KK. Korban lainnya mengungsi ke Marabatuan, Kotabaru, serta Kintap, Tanah Bumbu,” ujar Kapolsek Pulau Sembilan Iptu Sumarno, dikontak apahabar.com, Senin (3/1) siang.

Kapolsek bilang, rumah para korban yang terimbas longsor pun belum ada perbaikan.

“Sejauh ini, ihwal perbaikan rumah-rumah korban masih nihil,” terang Sumarno.

Sebelumnya, Bupati Sayed Jafar mengungkapkan tanah lereng yang longsor dikarenakan beberapa faktor. Di antaranya, lantaran tanah yang gembur atau tidak padat.

Tanah yang gembur tersebut lantas hanya ditanami oleh warga dengan pohon pisang.

“Akar pohon pisang tidak kuat menahan tanah, sehingga terjadi longsor saat musim hujan,” ujar Sayed Jafar, Jumat siang lalu, di Maradapan.

Sayed Jafar bilang, agar peristiwa longsor tidak terulang, maka harus dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian (Distan), terkait tanaman apa yang tepat untuk bisa menahan tanah.

“Nanti dikoordinasikan tanaman apa yang cocok di lereng itu. Tanaman itu harus memiliki akar yang kuat menahan tanah, namun juga menghasilkan untuk warga,” katanya.

Sayed menambahkan, dari tanaman pisang warga memang mendapatkan hasil tambahan, dari melaut. Namun, pohon pisang mestinya hanya ditanam di kawasan dataran rendah.

“Supaya kejadian tidak terulang, pohon pisang jangan lagi ditanam di lereng seperti sekarang ini,” pungkas Sayed.

Sebagai pengingat, peristiwa tanah longsor terjadi pada Senin (29/11) sekitar pukul 13.15 Wita. Puluhan rumah dilaporkan rusak parah akibat terdampak longsor tersebut.

Sementara, diduga lantaran trauma, mayoritas korban longsor memilih mengungsi atau meninggalkan Desa Maradapan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Longsor di Pendulangan Intan Pumpung, Satu Orang Tewas  
apahabar.com

Kalsel

Kapolres HSU Beri Penghargaan pada Personel Berdedikasi Tinggi
apahabar.com

Kalsel

Pakar Epidemiologi Ungkap 3 Faktor Tingginya Angka Covid-19 di Kalsel

Kalsel

Tabrakan Beruntun di Tatakan Tapin, Diduga Gegara Sopir Ngantuk
Kilang Minyak

Kota Baru

Terungkap! Investasi Kilang Minyak Oman Rp300 Triliun Hanya Mengolah Minyak Mentah di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Kembali ke Pasar Marabahan, Pedagang Luar Batola Hanya Bisa Pasrah
apahabar.com

Kalsel

Lansia Tambah Daftar Warga Kotabaru Terjangkit Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Layanan Sosial, Mensos: 2021 PKH Jangkau Penderita TBC
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com