Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah

Timbunan Kayu-Sampah Hantam Jembatan di Pingaran Banjar

Timbunan material banjir menghantam Jembatan Ulin, Desa Pingaran Ilir, Astambul, Kabupaten Banjar.
- Apahabar.com     Jumat, 14 Januari 2022 - 19:44 WITA

Timbunan Kayu-Sampah Hantam Jembatan di Pingaran Banjar

Petugas Pemkab Banjar dan masyarakat bergotong royong membersihkan timbunan material yang menghantam jembatan ulin di Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Foto-apahabar.com/Hendralianor

apahabar.com, MARTAPURA – Timbunan material banjir menghantam Jembatan Ulin, Desa Pingaran Ilir, Astambul, Kabupaten Banjar.

Timbunan material didominasi kayu paring atau bambu. Sampah plastik juga ikut nyangkut di dalamnya.

Sudah dua hari petugas dari Pemkab Banjar dibantu masyarakat berupaya membersihkan timbunan material.

Saking banyaknya sampah, upaya pembersihan sampai hari ini, Jumat (14/1) belum juga kelar.

Jembatan penghubung antara RT 03 dan RT 07 Desa Pingaran Ilir ini membentang di atas Sungai Martapura.

Jaraknya tak jauh setelah pertemuan dua sungai besar yakni Sungai Riam Kanan dan Riam Kiwa.

Imbas terjangan material, kondisi jembatan miring dan menambah kekhawatiran warga. Terlebih jembatan tersebut menjadi akses utama anak–anak sekolah.

“Warga berharap pemerintah dapat mengganti jembatan dengan yang baru,” ujar Kepala Desa Pingaran Ilir, Ahmad Zaini kepada apahabar.com.

Zaini sendiri mengambil inisiatif menutup jembatan sementara waktu. Khususnya pada malam hari, demi menghindari insiden.

“Sebenarnya sejak awal banjir kemarin sudah ada tumpukan meterial. Dan seiring waktu kian banyak. Malam ditutup karena sangat berbahaya. Siangnya dibuka kembali. Roda dua disarankan tidak melintas,” ujarnya Zaini.

Plt Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Banjar, M Riza Dauly mengakui akibat diterjang material kekuatan konstruksi jembatan tidak disarankan lagi dilalui beban berat.

“Diimbau hanya bagi pejalan kaki saja yang boleh lewat, itu pun harus berhati-hati. Bagi pengendara roda dua disarankan mencari alternatif jalan lain,” ujar Riza Dauly, Jumat (14/1).

Sejak awal tahun, sudah 4 kali jembatan tersebut diterjang tumpukan material banjir. Namun terakhir ini yang paling banyak.

“Secepatnya akan dilakukan inspeksi dari Bidang Bina Marga. Mudah-mudahan cepat diganti, tentunya sesuai dengan ketersediaan anggaran,” tutupnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjir Belum Hilang, Waduk Riam Kanan Dekati Level Waspada
apahabar.com

Kalsel

Viral, Penangkapan Preman Tak Gentar Tembakan Polisi di Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Ratusan PNS Diambil Sumpah, Begini Pesan Plt Wali Kota Banjarmasin
Covid-19 Varian Delta

Kalsel

Kalsel Waspada, Varian Delta Sudah Invasi Kaltim hingga Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Pencurian Sarang Burung Walet di Pengaron, Penjaga Sebut Kejadian yang Kedua
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 2 Orang, Positif 4
apahabar.com

Kalsel

Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung, Kemenag Kalsel Imbau Ulama Waspada Saat Berdakwah
Dugaan Money Politics

Kalsel

Dugaan Money Politics Pilkada HST Berimbas Hingga Pleno di Kecamatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com