Bocah Lumpuh Tak Punya Biaya Berobat di Kotabaru Turut Curi Perhatian Kemensos Turun Tangan Catat, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional 2022 Capai Rp451 Triliun DITAHAN! Sopir Penyeruduk Tembok Pasar Antasari yang Tewaskan Bumil Xi Jinping Serukan ‘Perang’ Pemonopoli Ekonomi Digital Joget TikTok Bareng Cewek, Pratama Arhan Disentil Warganet

Tok! Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa 407,7 Kg Sabu

Tindak pidana ini berawal dari terdakwa Mohd Izuan yang berada di Lapas Cipinang, Jakarta, dihubungi orang bernama Asoka warga negara Afrika.
- Apahabar.com     Kamis, 13 Januari 2022 - 08:00 WITA

Tok! Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa 407,7 Kg Sabu

Mabes Polri mengamankan sabu sebanyak 2,5 ton dari sejumlah tempat yang merupakan jaringan Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia senilai Rp1,5 triliun dari 17 orang tersangka WNI dan 1 orang dari WNA asal Nigeria beberapa waktu lalu. Foto-Antara

apahabar.com, BANDA ACEH – Tok! Empat terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 407,7 kg divonis pidana mati di Aceh.

Keputusan itu diambil majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh yang dibacakan oleh hakim ketua M Jamil, Selasa (11/1) lalu.

Para terdakwa menghadiri persidangan secara virtual karena tiga di antaranya merupakan narapidana di Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

“Empat terdakwa yang dihukum mati tersebut yakni Mohd Izuan bin Hamid, Alfian bin Ismail, Heri Gunawan bin Raswadi, dan Agus Mizbkhuk Falevi,” kata Humas PN Banda Aceh, Sadri seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Kamis (13/1).

Keempatnya didakwa dengan berkas terpisah terbukti bersalah secara sah meyakinkan melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Putusan majelis hakim tersebut sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Pada persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut para terdakwa dengan pidana mati,” kata Sadri.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Yudha mendakwa para terdakwa melakukan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 470,7 kg di sebuah warung kopi di kawasan Lampaseh, Kota Banda Aceh, pada 10 April 2021.

Tindak pidana tersebut berawal dari terdakwa Mohd Izuan bin Hamid yang sedang menjalani hukumannya di Lapas Cipinang, Jakarta, dihubungi orang bernama Asoka warga negara Afrika.

Asoka yang kini DPO menawarkan kepada terdakwa Mohd Izuan pekerjaan menjemput sabu-sabu di Aceh. Asoka menawarkan upah 100 gram sabu-sabu per kilogramnya atau senilai Rp25 juta.

Terdakwa Mohd Izuan sempat menolak, namun akhirnya menerima tawaran tersebut. Selanjutnya, terdakwa Mohd Izuan menemui Alfian bin Ismail di Lapas Cipinang meminta mencarikan orang di Banda Aceh untuk mengambil narkoba tersebut.

Kemudian, terdakwa Alfian bin Ismail menemui terdakwa Heri Gunawan bin Raswadi di Lapas Cipinang karena yang bersangkutan dari Banda Aceh untuk mencarikan orang yang menjemput sabu-sabu tersebut.

Selanjutnya, terdakwa Heri Gunawan menghubungi terdakwa Agus Mizbakhul Falevi bin M Amin Syafei menawarkan pekerjaan mengambil sabu-sabu. Terdakwa Agus sempat takut, namun akhirnya menerima tawaran tersebut.

Terdakwa Agus Agus Mizbakhul Falevi akhirnya ditangkap tim Bareskrim Polri di tempat parkir warung kopi di kawasan Lampaseh, Kota Banda Aceh, bersama barang bukti sabu seberat 470,7 kg.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ekonomi Jeblok, Presiden Bertekad Pacu Pariwisata
apahabar.com

Nasional

Kemendagri Terbitkan Dokumen Kependudukan Korban Tsunami
Erupsi Semeru

Nasional

Update Korban Erupsi Semeru; 45 Meninggal Dunia, 9 Hilang
apahabar.com

Nasional

Presiden Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Mandat Dalam UU KPK
apahabar.com

Nasional

Viral, Kasatreskrim Tolak Laporan Anak yang Ingin Penjarakan Ibu Kandung Gegara Motor
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal, Sang Adik Angkat Bicara
Kemenkes: PSBB Depok, Bogor, Bekasi Sudah Disetujui

Nasional

Kemenkes: PSBB Depok, Bogor, Bekasi Sudah Disetujui
apahabar.com

Nasional

Trump Sebut Indonesia Sebagai Contoh Negara Demokrasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com