Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024 Cuaca Kalsel Hari Ini: Sebagian Wilayah Diprediksi Cerah Berawan Tuduhan Tak Terbukti, IRT Banjarmasin Bebas Usai 60 Hari Ditahan Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru

Waspada Omicron, 115.798 Napi ‘Dibebaskan’ Lewat Percepatan Asimilasi

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) 'merumahkan' total 115.798 narapidana karena varian baru omicron Covid-19.
- Apahabar.com     Sabtu, 1 Januari 2022 - 18:53 WITA

Waspada Omicron, 115.798 Napi ‘Dibebaskan’ Lewat Percepatan Asimilasi

Ditjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) 'merumahkan' total 115.798 narapidana karena varian baru omicron Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) ‘merumahkan’ total 115.798 narapidana karena varian baru omicron Covid-19.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan, keputusan itu diambil menyusul perpanjangan program pemberian hak integrasi dan asimilasi di rumah bagi narapidana dan anak guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini merupakan langkah yang ditempuh untuk melindungi hak kesehatan WBP (warga binaan pemasyarakatan) di masa pandemi Covid-19 yang telah terjadi sejak awal tahun 2020, terlebih saat ini muncul berbagai varian baru yang harus kita waspadai,” kata Rika dalam keterangannya, Sabtu (1/1), kutip CNNIndonesia.com.

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Permenkumham RI) Nomor 43 Tahun 2021 yang ditekan pada Selasa (28/12).

Rika menyebut, penerbitan Permenkumham tersebut merupakan respons atas laju panyebaran pandemi, terutama varian baru Omicron yang kini masih tercatat di beberapa negara.

Permenkumham tersebut sekaligus mengubah ketentuan asimilasi bagi warga binaan pemasyarakatan. Semula, program asimilasi di rumah hanya diberikan kepada narapidana yang telah menjalani masa dua per tiga masa pidana per 31 Desember 2021, kini diperpanjang hingga 30 Juni 2022.

Rika menjelaskan, program asimilasi di rumah bagi kelompok warga binaan tersebut tak dipungut biaya apapun. Dia pun mengimbau agar seluruh petugas Lapas mencermati dan melaksanakan peraturan ini.

Selama pandemi, Rika menyebut pihaknya telah ‘merumahkan’ 94.047 narapidana dan 2.026 anak untuk menjalankan hak Integrasi, serta 115.798 narapidana dan anak menjalankan hak asimilasi di rumah.

Kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang pada Jumat (31/12). Kini, total kasus konfirmasi menjadi 136 orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan 68 kasus baru berasal dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan 11 di antaranya merupakan WNA.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kampung Adat Sukabumi Masuk Zona Rentan Gerakan Tanah
apahabar.com

Nasional

Pulihkan Daerah Aliran Sungai, Jokowi Ajak Warga Tanam Pohon
apahabar.com

Nasional

Erdogan Cabut Jam Malam Parsial di Turki
Abdee Slank

Nasional

Erick Thohir Tunjuk Abdee Slank Masuk Jajaran Komisaris Telkom
Shaari Hasan

Nasional

Tok! Tiga Terdakwa Pemilik Sabu 49,80 Kg Divonis Mati
apahabar.com

Nasional

Pemerintahan Jokowi Bakal Lengkap Jika Didukung Kekuatan Parlemen
apahabar.com

Nasional

Lanjutan Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini, 6 Saksi Akan Dihadirkan
apahabar.com

Nasional

Siaga Virus Corona, Kalsel Perketat Bandara dan Pelabuhan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com