Kebakaran Pekapuran Raya, Bumil Dilarikan ke RS Pembunuhan di Datar Laga Hantakan, Polisi Imbau Jaga Kondusifitas  Presiden Jokowi: Keliru Jika Uang Rakyat Dibelanjakan Barang Impor Siap-Siap, Mulai 10 Juni ASDP Naikkan Tarif Penyeberangan Feri Kotabaru-Batulicin  Menolak Lupa Tragedi Jumat Kelabu Banjarmasin

Wewenang Buka-Tutup Akses Luar Negeri Ada di Satgas Covid-19

Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM menyerahkan sepenuhnya keputusan pembatasan akses keluar masuk (akses luar negeri) kepada Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19.
- Apahabar.com     Rabu, 19 Januari 2022 - 14:18 WITA

Wewenang Buka-Tutup Akses Luar Negeri Ada di Satgas Covid-19

Ket: Ilustrasi. Foto-Net.

 

apahabar.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM menyerahkan sepenuhnya keputusan pembatasan akses keluar masuk (akses luar negeri) kepada Satuan Tugas (satgas) penanganan Covid-19.

Direktur Kerjasama Keimigrasian, Agus Wijaya menyebut pihaknya tak lagi berwenang menentukan dibuka atau ditutupnya akses ke luar negeri. Dia mengatakan pihaknya mengikuti arahan dari satgas.

“Nah keterangan kami, jika ada yang menanyakan apakah sekarang ditutup atau dibuka, itu yang di depan adalah satgas,” ujar Direktur Kerjasama Keimigrasian, Agus Wijaya kepada wartawan, di Gedung Ditjen AHU, dilansir Detik, Rabu (19/1).

“Imigrasi sekarang bukan di front line, tapi di line. Kedua begitu satgas menyatakan tutup, imigrasi pasti tutup. Karena di musim pandemi gini, kekuasaan yang di depan adalah kekuasaan satgas dalam hal kesehatan,” sambung dia.

Terdapat sejumlah pengecualian pembukaan akses perjalanan luar negeri. Bentuk pengecualian itu, sebut Agus, berupa alasan kemanusiaan.

“Ada memang dikecualikan dalam hal kemanusiaan seperti ada kedatangan vaksin itu pasti membawa kru ke sini, nah itu dikecualikan terus kemanusiaan,” ujarnya.

“(Kemanusiaan) ini macam-macam jika hubungan keluarga, ada istri anak Indonesia diizinkan. Terus juga proyek-proyek nasional yang membutuhkan, dalam hal kemaslahatan kehidupan manusia, itu bisa masuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menyebut pengecualian juga berlaku pada pembatasan visa. Tiga jenis visa yang mendapat akses adalah visa hubungan keluarga, visa sosial budaya, dan visa pendidikan.

“Tapi untuk saat ini memang ada pembatasan-pembatasan visa hanya visa hubungan keluarga, visa sosial budaya, dan pendidikan. Tetapi untuk yang lain-lain seperti wisata dan apapun belum di buka,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Akui Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lampaui Rata-Rata Dunia
apahabar.com

Nasional

Kaltim Siapkan Lahan Khusus, Antisipasi Urbanisasi Jika Jadi Ibu Kota
apahabar.com

Nasional

Tanggapan Huawei Indonesia Soal Kabar Karyawannya Terserang Virus Corona
apahabar.com

Nasional

29 Nelayan Aceh Ditangkap Angkatan Laut Thailand

Nasional

Pelita Air Jadi Cadangan Jika Garuda Pailit
apahabar.com

Nasional

Ketua DPRD Banjar Berang, Pesepeda Pun Mau Dipajak
apahabar.com

Nasional

Elektabilitas Jokowi di Kalsel Terus Meningkat
apahabar.com

Nasional

23 Peserta Family Gathering PLN Meninggal Akibat Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com