Viral Surat Cinta BPK untuk Masyarakat Setelah Insiden Maut di Lingkar Dalam [ANALISIS] Tembok Retak RS Sultan Suriansyah Tuai Sorotan Aturan Baru Berlaku, Penumpang di Syamsudin Noor Masih Stagnan  Cuaca Hari Ini, Hujan Disertai Petir Mengintai Kalsel Ribuan Lahan Padi di Kalsel Terancam Kerdil dan Menguning, Dinas TPH: Jangan Panik

WHO Soroti Kasus Omicron di Indonesia, Jakarta Wajib Waspada

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan teranyarnya soal situasi pandemi Covd-19 di Indonesia. Data DKI Jakarta menjadi sorotan utama.
- Apahabar.com     Minggu, 23 Januari 2022 - 11:09 WITA

WHO Soroti Kasus Omicron di Indonesia, Jakarta Wajib Waspada

WHO Soroti kasus omicron di Indonesia menghkawatirkan, khusus di DKI Jakarta. Foto-Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan teranyarnya soal situasi pandemi Covd-19 di Indonesia. Data DKI Jakarta menjadi sorotan utama.

Secara umum, laporan WHO per 19 Januari 2022 menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 Indonesia masih dalam status terkendali dengan tingkat transmisi komunitas yang rendah (CT1).

Tetapi, WHO memperingatkan Indonesia maupun negara lainnya untuk mewaspadai penyebaran Omicron yang ternyata jadi sumber utama peningkatan kasus di banyak negara.

Sebagai antisipasi, WHO menyarankan agar meningkatkan upaya pengawasan dan pengujian, percepatan vaksinasi khususnya bagi kelompok rentan, dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, termasuk membatasi perjalanan Internasional.

Lantas, seperti apa data kasus Covid-19 DKI Jakarta yang disorot WHO?

Data yang dilihat MNC Portal di laman WHO memperlihatkan kenaikan kasus sangat tajam di DKI Jakarta. Meski begitu, status bar yang terlihat berwarna hijau.

Artinya, tingkat penularan virus di masyarakat rendah (CT1) dalam seminggu terakhir, terhitung sejak 10 hingga 16 Januari 2022.

“Berdasarkan pedoman sementara WHO, grafik ini berarti risiko infeksi Covid-19 rendah untuk populasi umum dan insiden kasus yang didapat secara lokal dan tersebar luas, terdeteksi dalam 14 hari terakhir,” terang WHO, kutip Okezone.

Kasus kematian pun tercatat rendah (CT1) dengan kurang dari 1 kasus kematian per 100.000 populasi. Bali menjadi provinsi dengan kasus kematian tertinggi berdasar data 10-16 Januari 2022.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Shaari Hasan

Nasional

Tok! Tiga Terdakwa Pemilik Sabu 49,80 Kg Divonis Mati
Pensiunan PNS

Nasional

Kabar Gembira! Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp1 Miliar

Nasional

Kronologi Semeru Erupsi: Awan Panas Jelas Teramati, Beraroma Belerang
apahabar.com

Nasional

Total Korban Kapal BBM Meledak di Bawah Jembatan Ampera 11 Orang
rokok

Nasional

Dear Perokok! Cukai Naik Per 1 Februari

Nasional

Kalimantan Utara Masuk 10 Provinsi dengan UMP Tertinggi di Indonesia, Bagaimana Kalsel?

Nasional

Soal Tuduhan Ivermectin, Moeldoko Laporkan ICW ke Bareskrim
apahabar.com

Nasional

Warga Sekitar Diminta Menjauh, Gunung Agung Bali Siaga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com