Resmi Somasi Asprov PSSI Kalsel, Persebaru Banjarbaru Siap Adu Bukti Jadwal Siaran Langsung Timnas Putri Indonesia di Piala Asia 2022, Dapat Ditonton Gratis Mengejutkan, Pelatih Risto Vidakovic Tinggalkan Borneo FC Pesantrenpreneur: Mardani H Maming Bertekad Cetak Santri Pengusaha Fakta Baru Megaproyek Tandingan Jembatan ‘Basit’: Digagas Era Soeharto, Studi Kelayakan Diatensi

Yang Mesti Dilakukan Setelah Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin

Penanggulangan bencana kebakaran tak boleh hanya dibebankan ke relawan.
- Apahabar.com     Minggu, 9 Januari 2022 - 16:08 WITA

Yang Mesti Dilakukan Setelah Insiden BPK di Sutoyo Banjarmasin

Sebuah mobil BPK menabrak 2 pemotor dari arah berlawanan saat hendak memadamkan api di Pelambuan, Banjarmasin. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah diminta tak lepas tangan akan keberadaan barisan pemadam kebakaran (BPK). Terlebih setelah kecelakaan beruntun di Sutoyo, Banjarmasin.

Sejatinya penanganan musibah kebakaran adalah wewenang pemerintah, bukan semata relawan.

“Pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi harusnya berkewajiban untuk menyediakan sarana prasarana dan edukasi perihal musibah kebakaran,” ujar Direktur Borneo Law Firm, Muhammad Pazri.

Duh, Sopir BPK Penabrak Pemotor-Anak di Banjarmasin Tak Punya SIM

Amanat tersebut tertuang dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Kemudian, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2009 tentang Pedoman Teknis Potensi Kebakaran di Perkotaan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Namun sayangnya, Pazri menilai kewajiban tersebut terkesan beralih ke BPK swadaya masyarakat yang dibangga-banggakan oleh pemerintah karena kuantitasnya.

“Sebenarnya banyak BPK ini adalah potensi baik apabila juga dibina dengan baik bahkan menjadi karakteristik daerah karena jiwa sosial tinggi dan kebersamaan tinggi untuk gotong royong, menjadi bangga kita Kalsel,” ujar doktor hukum jebolan Universitas Sultan Agung ini.

Setelah insiden di Sutoyo, Pazri meminta pemerintah terkhusus Pemkot Banjarmasin meningkatkan peran dalam penanggulangan bencana.

Pemerintah, kata Pazri, jangan melupakan amanat UU yang mewajibkan penyediaan sarana prasarana, melakukan manajemen, serta menanggulangi bencana.

“Termasuk pengawasan terhadap para relawan itu sendiri. Pemerintah juga bisa memberikan sanksi administratif sesuai aturan perundang-undangan,” ujarnya.

Catatan Pazri, sepanjang 2015-2021, sejumlah insiden kecelakaan yang melibatkan BPK mewarnai Banjarmasin. Tentu paling diingat adalah kasus tewasnya Oktavia, Mei 2021. Ibu muda itu diseruduk mobil BPK di penyeberangan jalan depan Hotel G’Sign, Pal 5, Banjarmasin.

“Tak hanya masyarakat, para relawan sendiri kerap menjadi korban,” ujarnya.

RESMI Ditahan! Sopir BPK Penabrak Pemotor-Anak di Banjarmasin

Lantas, sudah sejauh mana pemerintah ikut bertanggung jawab atas rentetan insiden itu? Kalau mau diuji, menurut Pazri, bisa saja.

Seperti tragedi Oktavia, insiden terjadi saat kondisi jalan gelap gulita. Pemerintah memiliki andil atas pemadaman ampu penerangan jalan.

“Kalau kalau mau diuji. Ada dasar hukumnya. Bisa saja. Tapi itu bukan solusi tepat,” ujarnya.

Saat musibah terjadi, jalan-jalan kota seakan sudah menjadi sirkuit dadakan. Beragam warna mobil BPK berlomba-lomba mencapai TKP kebakaran. Seakan tidak peduli pengendara lain.

“Kita semua tahu dan mengerti mobil ambulans, damkar itu diprioritaskan di jalanan. Tapi damkar profesional tidak ugal-ugalan,” kritik Pazri.

“Yang profesional tentu bertindak terukur dan tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain. Niatnya mau nolong bagus, tapi mengorbankan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Belum lagi perihal para driver damkar swadaya masyarakat yang tidak memiliki SIM atau bahkan masih di bawah umur. “Ini jelas sangat membahayakan,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Pazri ada benarnya. Meski senior. Ahmad Darmawan, sopir penabrak 2 pemotor dan anak di Sutoyo, Rabu (5/1), rupanya tak memiliki SIM. Kelaikan mobil tak ber-STNK yang dikendarainya ikut dipertanyakan.

Pazri kemudian melihat jauh ke depan. Seiring perkembangan zaman jumlah gedung-gedung bertingkat mulai menjamur di Banjarmasin.

“Lantas, jika terjadi kebakaran di sana, apakah penanggulangannya diserahkan ke para BPK swasta ini?” ujar Pazri. “Jika pemerintah membiarkan pelibatan mereka, apakah pemerintah sudah melatih mereka?” sambung Pazri.

Banjarmasin, sebenarnya sudah punya Peraturan Daerah Nomor 13 tahun 2008 tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Namun implementasinya kian dipertanyakan.

Seperti insiden di Sutoyo, misalnya. Darmawan merupakan anggota BPK Kampung Gadang. BPK satu ini bermarkas di Banjarmasin Tengah.

Sedang TKP kebakaran berlokasi di Pelambuan, yang notabene wilayah Banjarmasin Barat. Sebuah rumah dan indekos dua pintu ludes dalam kebakaran sore itu.

Perda 13/2008 sejatinya sudah mengatur batas zonasi penanggulangan bencana kebakaran. Jika kebakaran terjadi di Banjarmasin Barat, mestinya cukup ditangani oleh BPK setempat. Pengecualian, bila BPK setempat tak mampu, barulah bisa meminta bantuan.

“Implementasi pelaksanaan Perda tak berjalan optimal. Perlu di-upadate lagi dengan aturan terbaru, diperkuat, dan dievaluasi,” ujar Pazri.

Sebagai warga kota, Pazri merasa resah atas fenomena kecelakaan yang melibatkan BPK.

Sekali lagi, menurutnya pemerintah harus turun tangan. Bila perlu, berikan prioritas anggaran lebih ke BPK.

“Bangun fasilitas yang memadai di setiap kecamatan dan anggotanya dibiayai oleh APBD. Jangan swadaya masyarakat lagi, agar penanganan musibah kebakaran di kota ini ditangani secara profesional, dan insiden BPK tidak terulang lagi,” ujarnya.

Waketua DPRD Banjarmasin Berang, BPK Tabrakan Lagi

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Larang Perayaan Tahun Baru

Banjarmasin

Covid-19 Masih Jadi Ancaman, Wali Kota Banjarmasin Larang Perayaan Tahun Baru
pemkot

Banjarmasin

Kabar Baik! Banjarmasin Rencanakan Gelar Pekan Gebyar Vaksinasi Massal
Cuaca

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini, Waspada Hujan Petir di Wilayah Hulu Sungai

Banjarmasin

Dua Kurir Sabu Perempuan di Banjarmasin Ditangkap, Polda Kalsel Buru Sang Bandar
banjir kalsel

Banjarmasin

Memprihatinkan, Penampungan Pengungsi Banjir di Terminal Tipe B Banjarmasin Over Kapasitas
Pelambuan Banjarmasin

Banjarmasin

SIMPUN! Trio Pembunuh Pelambuan Banjarmasin Ditangkap, Motifnya Istri Diganggu
Banjarmasin

Banjarmasin

Vaksin Covid-19 Masuk Banjarmasin, Kenali Efek Sampingnya
Stunting

Banjarmasin

Duh, Pernikahan Dini Penyebab Balita di Banjarmasin Stunting
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com