Santer Disebut Ingin Mengusung Anies Menjadi Capres 2024, PKS: Nama Capres Masih Dikaji Tugu 0 Kilometer Banjarmasin Senilai Ratusan Miliar, Apa Manfaatnya? Ada Lomba VR Challenge Berhadiah iPad Mini di GIIAS 2022 Habis Covid-19, Giliran TBC Mengancam Banjarmasin Misteri Air Putih Pemerkosaan Berkedok Nikah Batin di Tapin
agustus

Arisan Bodong Mulai Menyeruak di Banjarbaru, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta

Satu per satu kasus penipuan arisan online mencuat di Kalimantan Selatan. Setelah bikin geger masyarakat kota Banjarmasin dan Banjarbaru.
- Apahabar.com     Rabu, 23 Februari 2022 - 13:01 WITA

Arisan Bodong Mulai Menyeruak di Banjarbaru, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta

Setelah bikin geger masyarakat mulai menyeruak di Banjarbaru. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, BANJARBARU – Satu per satu kasus penipuan arisan online mencuat di Kalimantan Selatan. Setelah bikin geger masyarakat kota Banjarmasin, kini kasus serupa juga terjadi di Banjarbaru.

Dua korban arisan online, JG (24) dan WT, (25) mengalami hal yang nyaris serupa seperti yang dialami banyak korban di Banjarmasin. Tak hanya dua, korban arisan online di Banjarbaru ini berjumlah 74 orang. Sementara total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp334 juta.

“Kita ada wadah komunikasi yakni grup WA. Totalnya ada 74 orang yang gabung jadi member. Bisa jadi akan bertambah karena viral di medsos,” ungkap keduanya, Selasa (22/2) petang.

Satu nama terduga pelaku penipuan pun mencuat. Dia adalah SPS, ibu rumah tangga yang tunggal di wilayah Sungai Besar, Banjarbaru.

Kedua korban bercerita jika SPS berperan sebagai bandar atau penampung uang yang disetorkan member. SPS menggunakan skema arisan online dengan sistem slot. Satu slot mulai dipatok dari Rp500 ribu ditambah iming – iming dari SPS yang bisa melipatgandakan uang tersebut.

Dalam menjalankan sistem arisan online, SPS diduga melakukan tutup tambal lubang. Dia menjanjikan kelipatan sampai 50 persen kepada calon membernya. Ketika member tertarik, dia akan mencari lagi member lain untuk memutar uang yang disetorkan tersebut.

“SPS ini sudah mulai aktif membuka arisan online sejak 2019. Kalau saya ikut tahun 2021,” ceritanya.

Sebelum kasus ini mencuat, sebenarnya SPS dikenal memiliki reputasi yang bagus. Namun hal itu berubah sejak Oktober 2021 saat uang yang seharusnya diterima member tak kunjung dibayarkan oleh SPS.

“Di awal-awal saya ikut itu normal saja. Artinya beres saja. Tapi makin ke sini makin tidak beres. Uang yang harusnya saya terima di tanggal sekian tak kunjung saya terima,” tambahnya.

Bahkan, hingga lima bulan kemudian, WT tak kunjung menerima uang tersebut. Sebenarnya, WT sudah berupaya menghubungi SPS untuk menanyakan hal itu, tetapi yang bersangkutan selalu ngeles dengan alasan yang berbelit-belit.

“Saat ditagih, alasannya macam-macam, dari uangnya habis tertipu investasi bodong hingga katanya dibawa kabur rekannya senilai Rp200 juta,” katanya.

Amarah WT dan JG makin memuncak ketika SPS tak menggubris upaya komunikasi mereka. Bahkan SPS memblokir beberapa kontak korban lainnya. Saat ini akun personal milik SPS maupun akun arisan onlinenya sudah dinonaktifkan. Akibat kondisi ini semua korban mengalami kesulitan keuangan, bahkan sampai menyebabkan beban psikologis.

“Ada yang kondisinya perlu uang untuk biaya bersalin, ada yang mau keperluan nikah bahkan infonya ada yang sampai sakit gara-gara memikirkan kasus ini,” cerita mereka.

Terkait kasus ini, para korban sudah melaporkan ke pihak berwajib. JG maupun WT juga sudah melapor ke Polres Banjarbaru. Keduanya berharap kasus ini segera diselidiki aparat kepolisian.

“Januari tadi kita ada datang ke Polres dan melaporkan SPS ini. Cuman kita belum bisa menindaklanjuti karena jujur ada kesibukan dan sambil kerja,” katanya.

Kasus penipuan arisan online ini juga sudah menyeruak di sosial media Instagram. Sebuah akun dengan nama @korbanarisansyifut turut membocorkan aksi dugaan penipuan yang dilakukan SPS.

Dalam postingannya akun tersebut mengumpulkan para korban juga meminta SPS mengembalikan uang para member.

“Tolong kembalikan duit member 336 jt syiputttt !!,” bunyi salah satu cuitannya.

Sementara itu, Polres Banjarbaru ketika dikonfirmasi tak menampik adanya laporan tersebut.

“Iya ada. Sekarang masih proses,” ucap Kapolres Banjarbaru, AKBP Nur Khamid melalui Kasi Humas, AKP Tajuddin Noor.

Tajudin mengatakan kasus dugaan penipuan berkedok arisan online ini kini tengah masuk tahapan lidik, termasuk juga pemanggilan saksi – saksi.

“Nanti kalau ada informasi lanjutan kita informasikan,” tuntas Kasi Humas Polres ini.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Meski Berkurang, Kandungan Minyak di Sungai Alalak Masih Sulit Ditoleransi
knalpot brong

Hot Borneo

Ops Knalpot Brong di Tanbu, Ratusan Pengendara Terjaring Razia
ASN Banjarmasin

Hot Borneo

Curhat ASN Banjarmasin TPP Dibagi Tak Merata: Pengeluaran Saya Rp 6 Juta
Kakek Banjarbaru

Hot Borneo

Hilang Sepekan, Kakek di Banjarbaru Tewas Tergantung di Akar Laban
Kecelakaan Pelambuan Banjarmasin

Hot Borneo

Minggu Sore, Warga HKSN Banjarmasin Tewas Kecelakaan di Pelambuan
Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, Hj Mariana.

Hot Borneo

Di Bawah Nakhoda Hj Mariana, Gerindra Kalsel Pasang Target 100 Kursi di Legislatif
Truk tronton

Hot Borneo

Tertabrak Truk Tronton, Pengendara Motor di Liang Anggang Banjarbaru Meninggal Dunia

Hot Borneo

Beli Hampir Sekilo Ganja Via Instagram, Seorang Pria di Amuntai Diringkus Polda Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com