Besok, Dua Wakil Kalsel Siap Bertugas Jadi Anggota Paskibraka Nasional Selain Carens, Kendaraan Listrik Jadi Bintang Kia di GIIAS 2022 Kemenhub Terbitkan Empat Surat Edaran Syarat Perjalanan Terbaru Divonis 8 Tahun Penjara, Wahid Dibebaskan dari Ganti Rugi Rp26 Miliar  Apkasi Ajak Perusahaan Barang Jasa Rebut Peluang Pengadaan di Pemda Melalui APN 2022
agustus

Murid Diasusila Guru SMK di Banjarmasin 

Skandal asusila antara guru-murid di sebuah sekolah di Banjarmasin terbongkar melalui rekaman CCTV.
- Apahabar.com     Jumat, 25 Februari 2022 - 22:16 WITA

Murid Diasusila Guru SMK di Banjarmasin 

Skandal asusila antara oknum guru-murid di sebuah di sekolah Banjarmasin terekam CCTV. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Salah satu sekolah menengah atas di Banjarmasin gempar oleh tindak asusila oknum guru dengan muridnya sendiri. Diduga murid itu mengalami paksaan.

Info menyeruak lewat pesan berantai di aplikasi pesan singkat Whatsapp. Laporan menyebut tindakan tak senonoh tersebut melibatkan seorang siswi, sebut saja Mawar (17), dan seorang oknum guru berinisial A (42).

Kejadian diketahui tak hanya sekali. Bahkan selalu terekam CCTV sekolah. Bermula pada Februari 2022 ketika seorang siswa memergoki guru itu memaksa muridnya melakukan tindakan amoral. Sumber anonim apahabar.com menyebut pihak sekolah sebenarnya sudah bersikap.

Namun justru Mawar yang diberhentikan sejak 21 Februari lalu. Sedangkan A hanya dinonaktifkan sementara.

Habar Populer: Suami ‘Ratu’ Arisan Banjarmasin, Aplikasi Hacker Amuntai, hingga Main Serong Polisi Tala

Sang guru kemudian disebut akan kembali aktif mengajar mulai Maret atau Mei mendatang.

Sumber anonim pesan berantai yang mengaku salah satu orang tua siswa inipun was-was atas adanya skandal ini.

Terlebih, justru si siswa yang diberhentikan. Sedang sang gurunya tak dipecat total.

“Sungguh ironi sekali, anak di bawah umur yang kondisi mental dan sikap yang labil harus dipaksa secara sepihak oleh sekolah untuk dikeluarkan, sedangkan pihak guru dibiarkan dan dilindungi kelakuan bejatnya,” demikian bunyi pesan Whatsapp itu.

Ia pun meminta Komnas Perlindungan Anak dan Perempuan segera ambil tindakan, dan menerjunkan tim investigasi. “Termasuk mendampingi korban,” ujarnya.

Lantas, benarkah demikian? Upaya konfirmasi telah dilakukan apahabar.com ke sekolah yang dimaksud. Pejabat berwenang pun angkat bicara.

“Iya [tindakan asusila] itu memang pernah ada, tapi kejadiannya sudah sangat lama,” kata B, seorang pejabat sekolah tersebut dihubungi apahabar.com, Jumat (25/2) malam.

Namun dirinya menyebut tindakan amoral terjadi sebelum pandemi Covid-19 melanda. Tepatnya sekitar 2019. B mengaku tak begitu ingat bagaimana kronologi rinci kejadian tersebut.

Persoalan kini, klaim dia, sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak siswa dan guru. Ia menyebut si guru kini juga sudah dipecat.

“SK guru-nya pun sudah dicabut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Namun ia menduga dibukanya kembali kasus itu sarat kepentingan.

“Kasusnya sudah lama, mungkin ada pihak lain yang mencoba menggoreng lagi,” singkatnya mengakhiri.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tapin

Hot Borneo

Duh! Nyabu Bareng Siang Ramadan, 2 Pemuda Tapin Dibekuk Polisi
Menwa Amuntai

Hot Borneo

Misteri Pembunuhan Menwa di Barabai, Rika Diduga Dibekap Diam-Diam

Hot Borneo

Asyik Ambil Foto, Kepala Penumpang Kelotok Susur Sungai Martapura Terbentur Jembatan
Kecelakaan di Jalan Lingkar Basirih

Hot Borneo

Tragis! Pasutri Asal Banjarmasin Tewas Tabrak Truk di Jalan Gubernur Subarjo
banjir banjarbaru

Hot Borneo

Jelang Malam, Sejumlah Kawasan Tergenang di Banjarbaru Berangsur Surut

Hot Borneo

Disuruh Bersih-Bersih Halaman Lapas, Narapidana di Banjarmasin Malah Kabur
Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny Marthius

Hot Borneo

5 Tahun Tersimpan, Aksi Kakek Cabuli Cucu di Palangka Raya Terbongkar
barbuk sabu

Hot Borneo

Gesit! Satres Narkoba Kotabaru Ungkap Tiga Kasus Sabu di Selaru dalam Satu Malam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com