Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Gegara ‘Judi Online’, Crazy Rich Ini Kini Tinggal di Jeruji Besi

- Apahabar.com     Jumat, 25 Februari 2022 - 11:48 WITA

Gegara ‘Judi Online’, Crazy Rich Ini Kini Tinggal di Jeruji Besi

Crazy Rich asal Medan, Indra Kesuma atau Indra Kenz saat ditahan polisi. Foto-Antara.

apahabar.com, JAKARTA – Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan binary option melalui aplikasi Binomo, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi melakukan penahanan terhadap crazy rich asal Medan, Indra Kesuma atau Indra Kenz.

Indra Kenz ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri selama 20 hari pertama terhitung sejak ditetapkan tersangka, Kamis (24/2).

“Iya benar langsung ditahan dini hari tadi,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan seperti dilansir Republika, Jumat (25/2).

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri resmi menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka tindak pidana judi online dan atau penyebaran berita bohong melalui media elektronik dan atau penipuan perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan itu dilakukan setelah penyidik mengantongi sejumlah barang bukti.

“Setelah gelar pekara, penyidik menetapkan saudara IK (Indra Kenz) sebagai tersangka. Telah ditetapkan sebagai tersangka penyidik melakukan penangkapan dan akan segera melakukan penahanan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Kamis.

Adapun sejumlah alat bukti yang telah diamankan yaitu akun YouTube milik yang bersangkutan (Indra Kenz) dan bukti transfer. Dalam kasus ini, Indra Kenz dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 juncto Pasal 27 ayat 2 UU ITE. Lalu, Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Penegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kemudian juga dijerat Pasal 5 UUD 8 tahun 2010 tentang TPPU, Pasal 10 UUD Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, serta Pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 KUHP. “Ancaman hukuman terhadap yang bersangkutan 20 tahun penjara,” tegas Ramadhan.

Namun kemarin, kuasa hukum Indra Kenz, Wardaniman Larosa membantah bahwa kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus binary option melalui aplikasi Binomo.

“Indra Kenz belum tersangka, info yang beredar diduga hoaks, bahwa klien kami masih belum ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Wardaniman kepada awak media, Kamis.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Korut Tuding AS Biang Kerok Serangan Rusia ke Ukraina
Pilpres 2024

News

Pakar Prediksi Prabowo-Anies Pecah Kongsi di Pilpres 2024
Nelayan Kusan Hilir

News

Polres Tanbu Ringkus Seorang Nelayan Kusan Hilir, Tiga Paket Sabu Ditemukan
Menko

News

Momen G20, GCRG, dan COP26, RI Masuk Sentral Pengaturan Transisi Energi
Selingkuh

News

Sosok Oknum Polisi Main Serong di Mata Kapolres Tala
Investor Hongkong

News

Investor Hongkong Tertarik Berinvestasi di IKN Nusantara
Partai

News

Partai Ummat Kalsel Mantap Menatap Pesta Demokrasi 2024
Bulan Hitam

News

Astronom Sebut “Bulan Hitam” Terjadi Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com