Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid Bakal Divonis Siang Ini BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir
agustus

Hacker Amuntai Penjual Alat Peretas Lintas Negara Dikenal Berprestasi Saat di Sekolah

- Apahabar.com     Kamis, 24 Februari 2022 - 19:38 WITA

Hacker Amuntai Penjual Alat Peretas Lintas Negara Dikenal Berprestasi Saat di Sekolah

RNS, pemuda asal Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, yang ditangkap Interpol-FBI dilimpahkan ke Kejari Banjarbaru. Foto-Instagram

apahabar.com, AMUNTAI – Pemuda yang menjual alat peretas (hacking tools) ke Jepang hingga Amerika Serikat yang ditangkap Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dikenal sebagai pelajar berprestasi.

Dari penelusuran apahabar.com, pemuda berinisial RNS (21) itu merupakan alumni SMKN 1 Amuntai, Kalimantan Selatan. Ia menamatkan pendidikannya di sekolah tersebut pada 2018 lalu.

“Di SMKN 1 Amuntai, RNS lulusan jurusan Teknik  Komputer dan Jaringan (TKJ), ia lulusan tahun 2018 lalu,” ujar sumber media ini, Kamis (24/2).

RNS juga pernah mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang web design tingkat nasional.

“Di tingkat Provinsi RNS juara pertama sedangkan di tingkat nasional kalau tidak salah peringkat 12,” bebernya.

Sebelumnya, RNS ditangkap setelah menjual alat peretas (hacking tools) ke sejumlah negara seperti Thailand, Hongkong, Jepang, Prancis, USA dan Inggris.

RNS menjual alat atau kode peretasan tersebut menggunakan situs yang transaksinya melalui bitcoin. Kerugian yang terjadi akibat kejahatan tersebut berkisar Rp31 miliar.

Sebelumnya, kasus yang ikut bikin geger masyarakat Banua ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru. Pada 23 Februari 2022, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah mengirim tersangka ke kejaksaan.

RNS dijerat dengan Pasal 50 jo Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Buruh Tabalong

Hot Borneo

Mayday Mayday! Buruh PT SIS Adaro Tuntut Pemerataan Bonus Produksi
terduga maling hp

Hot Borneo

Apes, Aksi Maling HP di Bus Terminal KM 6 Banjarmasin Terekam CCTV
Wahid

Hot Borneo

Fee Proyek HSU Pasca-OTT KPK dalam Bidikan, Polisi Panen Dukungan
laka

Hot Borneo

Laka Maut di Jalan A Yani Balangan, Sopir Truk Sampah DLH Meninggal Dunia di Tempat
Jenazah Kemenag Kaltim

Hot Borneo

Kecelakaan Maut Jabiren, Besok Jenazah Kepala Kemenag Kaltim Dikebumikan di Pulang Pisau
Kebakaran Marindi Tabalong

Hot Borneo

BREAKING! Api Berkobar di Rumah Padat Penduduk di Marindi Tabalong
kapolda kalsel

Hot Borneo

Kapolda Kalsel Buka Suara Penyebab Ambruknya Alfamart Gambut
korban tenggelam

Hot Borneo

Tragis, 2 Anak Hilang Tenggelam di Pelukan Sang Ayah Kala Perahu Karam di Sungai Mahakam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com