Kapolres Angkat Bicara, Kapolsek Bungkam Soal Penembakan Maut Martapura Dugaan Skimming Bank Kalsel, Bank Sentral Angkat Bicara Pemerintah Canangkan Subtitusi Komoditas Impor Beralih ke Produk Dalam Negeri Kementerian Investasi Kantongi 700 Pengaduan Keberatan IUP yang Dicabut   Jawa Barat dan Sumatera Selatan Kurangi Impor Melalui Barter Komoditas UMKM
agustus

Invasi Rusia ke Ukraina, 198 Warga Sipil dan 3 Anak-Anak Tewas

- Apahabar.com     Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:05 WITA

Invasi Rusia ke Ukraina, 198 Warga Sipil dan 3 Anak-Anak Tewas

Ilustrasi invasi Rusia ke Ukraina. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan banyak korban tewas. Per Sabtu (26/2) hari ini, tercatat ada 198 warga sipil, termasuk tiga anak-anak yang tewas.

“Menurut data operasi, di tangan penjajah kami (Rusia) 198 orang tewas, termasuk 3 anak-anak, 1.115 terluka, termasuk 33 anak-anak,” tulis Menteri Kesehatan Viktor Lyashko seperti dikutip dari AFP, Sabtu (26/2).

Sebagai informasi, Rusia telah menginvasi Ukraina sejak Kamis (24/2) lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin membeberkan dua alasan utama pihaknya melancarkan invasi. Salah satunya, invasi ke Donbas, Ukraina, yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow.

Pertama, karena pemimpin separatis daerah itu telah meminta bantuan Rusia terkait klaim serangan pasukan Ukraina ke wilayah mereka.

“Republik Rakyat Donbas menyampaikan permintaan bantuan ke Rusia. Sehubungan dengan itu, saya membuat keputusan melancarkan operasi militer khusus,” kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan di televisi dikutip TASS, Kamis (24/2) lalu.

Alasan kedua adalah untuk melindungi warga di Donbas yang selama ini menjadi target ‘pelecehan hingga genosida’ dari pemerintah Ukraina selama delapan tahun terakhir.

Adapun konflik antara Ukraina-Rusia semakin membara usai Putin mengakui wilayah di Ukraina timur, Donetsk dan Luhansk, dua wilayah yang dikuasai kelompok separatis pro-Moskow. Putin juga mengerahkan pasukan militernya di dua wilayah tersebut dengan dalih penjaga perdamaian.

Kecaman dilancarkan sejumlah pihak termasuk dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang meminta Putin menarik mundur pasukannya. Namun, itu tidak digubris.

NATO, Uni Eropa juga bersuara namun kecaman tak didengar. Invasi terus dilancarkan Rusia ke Ukraina. Sanksi ekonomi juga dijatuhkan pada negeri beruang merah tersebut.

Ukraina lantas memberlakukan darurat militer.Ukraina menyatakan Rusia menyerang dari tiga sisi yakni dari sisi timur yang berbatasan langsung dengan Ukraina, dari utara atau dari wilayah Belarusi dan dari arah selatan atau dari Crimea.

Kemarin sejumlah wilayah Ukraina mulai berjatuhan, termasuk wilayah Chernobyl yang dulu pernah ada reaktor nuklir. Pangkalan udara dan pangkalan militer Ukraina juga bisa dihancurkan Rusia.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pembunuhan Banjarmasin

News

DITANGKAP! Pembunuh Brutal Pengamen di Pasar Antasari Banjarmasin
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Foto-Antara

News

Pengaruhi Pemilih, Mahathir Serang Najib: Tak Punya Malu Kembali Berkuasa

News

Usai Libur Lebaran, Polres Kotabaru Kembali Gencarkan Vaksinasi Booster
bea materai belanja online

News

Siap-siap, Belanja Online Bakal Kena Biaya Materai Rp10 Ribu?

Nasional

Tanggapi Eksepsi KPK, Kuasa Hukum: Tak Ada Bukti Aliran Dana ke Pemohon

News

Pemuda Tanah Bumbu Disergap Depan BRI Kotabaru, Terciduk Bawa Bong
Bansos

News

Sri Mulyani Tambah Anggaran Bansos Jadi Rp431,5 Triliun

News

Khusus Guru Pendidikan Agama Islam, Kemenag Sediakan 2.000 Slot Beasiswa S1
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com