Datangi KPU, PSI Selipkan Aspirasi Rakyat melalui Tulisan di Kaos Polda Kalsel Respons Desakan IPW Copot AKBP AB Dkk Dukung Perubahan Iklim, PSI Apresiasi Pendaftaran Parpol melalui Sipol Demonstrasi di DPRD Kalteng, Massa Protes Penertiban Tambang Emas Tradisional Tanpa Solusi Dugaan Penggelapan Mobil Rental, IRT Tabalong Terpaksa Diamankan Polisi
agustus

Invasi Rusia ke Ukraina Menewaskan 56 Orang dan 169 Luka-luka

- Apahabar.com     Jumat, 25 Februari 2022 - 06:31 WITA

Invasi Rusia ke Ukraina Menewaskan 56 Orang dan 169 Luka-luka

Imbas serangan Rusia ke Ukraina. Foto-AP.

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Ukraina, Viktor Lyashko, menyebut 57 orang tewas dan 169 orang terluka akibat invasi Rusia yang dilakukan sejak Kamis (24/2).

Dilansir CNN Indonesia yang mengutip CNN, Lyashko di saluran TV 1+1 Ukraina mengatakan rumah sakit dan pekerja medis juga mendapat ancaman dari Rusia. Di Avdiivka dan Vuhledar di Donetsk, sejumlah pekerja medis juga dilaporkan tewas.

Selain korban tewas dan luka, sebanyak 100.000 orang lebih juga telah bergerak meninggalkan Ukraina usai kota dibombardir pasukan utusan Vladimir Putin tersebut.

“Melarikan diri dari kekerasan demi keselamatan,” kata badan pengungsi PBB dalam sebuah pernyataan.

“Telah terjadi perpindahan yang signifikan di dalam negeri – tampaknya lebih dari 100.000 orang telah pindah ke dalam perbatasan. Dan telah terjadi pergerakan menuju dan melintasi perbatasan internasional. Tetapi situasinya masih kacau dan berkembang pesat,” kata Matthew Saltmarsh, juru bicara agensi tersebut.

“Biasanya konflik dan eksodus pengungsi ini terjadi seiring berjalannya waktu. Anda melihat beberapa orang, lalu beberapa orang lagi,” kata Melanie Nezer, wakil presiden senior urusan publik global di HIAS, sebuah organisasi pemukiman kembali pengungsi.

Rusia pada hari ini menginvasi Ukraina lewat udara, laut, dan darat setelah presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi militer khusus di Ukraina bagian timur.

Negara-negara Eropa Tengah yang berbatasan dengan Ukraina selama beberapa pekan telah bersiap menerima kedatangan pengungsi yang menyelamatkan diri.

Perbatasan Medyka sesungguhnya lebih sering dipakai oleh mereka yang berbelanja ke negara tetangga, atau mereka yang bekerja.

Kini antrean untuk memasuki Polandia meningkat sejak pagi hari. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka takut Rusia bisa menyerang ke jantung Ukraina.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PSK

News

Sejumlah PSK di Eks Lokalisasi Pembatuan Diciduk, Kondom-Pelumas Jadi Barbuk

News

Begini Kronologis Penangkapan Gitaris Kahitna Andrie Bayuadjie yang Terjerat Kasus Narkoba
Covid-19

News

Kasus Covid-19 HST Melonjak Sejak Pebruari 2022

News

20 UKM Dipromosikan Sebagai Merchandise G20 Indonesia
Hipmi

News

Suksesi Ketua Umum BPP Hipmi, Rois Sunandar Maming Berpeluang
Mitra Ford

News

Resmi, Mitra Ford Hadir di Kalimantan Selatan
Haul Sekumpul Kotabaru

News

Perayaan Isra Mikraj-Haul Guru Sekumpul Bergema di Penjuru Kotabaru
Haji

News

Kemenag Ungkap Alasan 46 Calon Jemaah Haji Furoda Indonesia Dideportasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com