Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya Tak Hadir Rapat, Pansus DPRD Kapuas Nilai Eksekutif Tak Kooperatif!

Menelusuri Kompleks Makam Belanda di Pulau Laut Kotabaru; Bukti Sejarah yang Tak Terawat

Di Pulau Laut Kotabaru, Kalsel, hingga kini masih tersisa bukti peninggalan sejarah, bekas penjajahan Belanda.
- Apahabar.com     Rabu, 23 Februari 2022 - 09:44 WITA

Menelusuri Kompleks Makam Belanda di Pulau Laut Kotabaru; Bukti Sejarah yang Tak Terawat

Komplek makam Belanda di Sebelimbingan, Pulau Laut, Kotabaru, menjadi bukti adanya penjajahan. Namun sayangnya bukti sejarah itu tak terawat. Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Di Pulau Laut Kotabaru, Kalsel, hingga kini masih tersisa bukti peninggalan sejarah, bekas penjajahan Belanda.

Salah satu buktinya, ada kompleks makam Belanda. Lokasinya sendiri berada di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Jarak makamnya dari pusat Bumi Sa Ijaan sekitar 15 kilometer, lalu masuk sekitar 200 meter dari jalan raya Desa Sebelimbingan.

Penelusuran apahabar.com, Kotabaru semula bernama Pulau Laut, yang kaya dengan hasil tambang batu bara. Namun, emas hitam itu justru dikuasai oleh penjajah Belanda.

Kala itu, Belanda mendatangkan pekerja dari Pulau Jawa. Mereka semua diminta untuk menambang hingga membuat Sebelimbingan kian makmur.

Beragam fasilitas pun dibangun di sana. Di antaranya, jalan, pengolahan batu bara mentah, dermaga dan rumah sakit untuk keluarga penambang. Semuanya dibangunkan oleh Belanda.

Namun kini Kota Sebelimbingan itu telah hilang dan bekas bangunannya pun nyaris tidak ada. Yang masih tersisa hanya kompleks makam Belanda.

Sementara, kompleks makam Belanda itu kondisinya dihiasi semak belukar, dan makamnya berlumut alias tidak terurus. Di sekitaran makam, ada beberapa titik bekas tanah yang digali oleh oknum yang diduga mencari harta Karun.

Tampak pula beberapa nisan makam yang raib entah dicuri atau sebab lainnya.

Di kompleks makam ini, terdapat sekitar 18 nisan terbuat dari bata dan semen. Namun, semuanya tidak lagi utuh dan tulisannya pun sudah tidak terbaca.

“Jadi, kompleks makam Belanda itu menjadi bukti sejarah bagi Kota Sebelimbingan yang dulu kaya dan kini hilang,” ujar Sumali, warga setempat, Rabu (23/2).

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Siapkan Minuman Segar, Cuaca di Kalsel Cerah Cenderung Panas
pengadilan tipikor

Hot Borneo

Mardani H Maming : Nanti Akan Ketahuan Siapa Dalangnya
Kantor Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapat dan Aset Daerah (BPKPAD) Banjarmasin.

Hot Borneo

KPK Datangi Kantor BKPAD Banjarmasin, Ibnu Sina dan Ariffin Noor Turut Hadir
PDAM Bandarmasih

Hot Borneo

Ibnu Sina Ungkit OTT KPK, Mantan Direktur PDAM Bandarmasih Bereaksi
Ops Jaran Intan Polres Tapin amankan tersangka curanmor-penadah dan belasan motor. Foto - apahabar.com/sandy

Hot Borneo

Ops Jaran Intan Polres Tapin Amankan Tersangka Curanmor dan Belasan Motor
Pembunuhan Tapin

Hot Borneo

DITANGKAP! Terduga Pembunuh Undur di Bungur Tapin
Hacker Amuntai

Hot Borneo

Fakta Kasus Hacker Amuntai, Kejahatan Siber Pertama di PN Banjarbaru
Solar Subsidi Langka

Hot Borneo

Konvoi Truk, Puluhan Sopir Geruduk Kantor Pertamina Banjarmasin Buntut Solar Subsidi Langka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com