Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid Bakal Divonis Siang Ini BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir
agustus

Wow! Alat Peretas Buatan Pemuda Amuntai Pernah Serang Apple, PayPal dan Amazon

RN, pemuda Amuntai yang ditangkap Interpol-FBI sempat membuat heboh dunia internasional pada 2019 silam. Pada saat itu, RN muncul dalam
- Apahabar.com     Kamis, 24 Februari 2022 - 14:33 WITA

Wow! Alat Peretas Buatan Pemuda Amuntai Pernah Serang Apple, PayPal dan Amazon

RNS, pemuda asal Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, yang ditangkap Interpol-FBI dilimpahkan ke Kejari Banjarbaru. Foto-Instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – RN, pemuda Amuntai yang ditangkap Interpol-FBI sempat membuat heboh dunia internasional pada 2019 silam.

Pada saat itu, RN muncul dalam laporan Akamai sebagai pengembang yang diidentifikasi di balik 16Shop.

Alat peretas ini menargetkan sejumlah perusahaan teknologi besar dunia seperti Apple, Paypal, Amazon, hingga penyedia kartu kredit American Express.

Dilansir apahabar.com dari Cyberthreat.id, perusahaan antivirus McAfee menyebut pengembang 16Shop berasal dari Indonesia dengan alamat email riswandanoor@yahoo.com.

Selain itu, RN juga disebut dalam laporan perusahaan keamanan siber ZeroFOX yang berbasis di Amerika Serikat.

Dalam laporan yang dipublikasikan pada 1 Maret 2021, ZeroFOX menyebut 16Shop telah dipakai untuk mencuri kredensial (username dan password) para pengguna aplikasi Cash App, sebuah layanan pembayaran via ponsel yang dikembangkan Square Inc.

Berdasarkan jejak digital, menurut ZeroFOX, 16Shop dibuat seseorang dengan samaran DevilScreaM, yang belakangan terlacak nama RN dari Indonesia.

Akan tetapi, kepada Cyberthreat.id, RN mengaku sudah berhenti sebagai pembuat dan pengembang 16Shop sejak akhir 2019 dan beralih ke dunia fotografi.

“Sejak 2019 akhir atau 2020 saya sudah berhenti menjadi pembuat atau pengembang 16 Shop. Saya mengakui pada tahun 2017-2019 itu adalah saya, tapi sekarang sudah bukan saya lagi,” kata RN kepada Cyberthreat.id.

RN berdalih namanya disangkutpautkan karena rekam jejaknya sebelumnya sebagai pembuat 16Shop.

Pada Desember 2017, ia bersama satu rekannya menjalankan 16Shop. Namun ia memilih berhenti sejak akhir 2019.

Artinya 16Shop hanya dijalankan oleh satu pengembang.

RN mengaku pengembang 16Shop yang sekarang yang membuat phishing kit untuk Cash App itu.

Pengembang itu, kata RN, juga berasal dari Indonesia dan seorang kenalannya, yang sejak awal telah bersamanya membuat 16Shop.

RN membenarkan jika alamat email yang ditemukan ZeroFOX adalah miliknya.

Ia mengklaim, emailnya cuma digunakan oleh pengembang 16Shop saat ini (kenalannya) untuk mengetes sebuah aplikasi karena email itu memiliki akun di Cash App.

“Email ini sebelumnya dibuat hanya untuk membuat akun-akun saja, mengirim konfirmasi email dan lain-lainnya. Pengembang sekarang adalah kenalan saya juga. Kemungkinan dia lupa menghapus email tester (riswanda.ns@gmail.com) sebelum merilis Cash App tersebut. Karena dalam pembuatan phising, inspect element merupakan tools utama juga,” jelasnya.

Mengenai tangkapan layar Instagram-nya yang ditemukan Zerofox, RN membenarkan bahwa kit phising yang dibuatnya untuk American Express sekitar 1 tahun 7 bulan lalu.

Akan tetapi, menurutnya, itu bukan untuk 16Shop melainkan kebutuhan pribadi.

“16Shop memang menawarkan untuk menargetkan American Express yang saat itu dirilis April tahun 2020, tetapi pada saat itu pengembangnya bukan saya lagi. Bahkan struktur kode di halaman yang digunakan juga berbeda dengan punya saya,” ujarnya.

Ia pun mengaku dalam pembuatan kit phising dirinya tidak pernah memanfaatkannya secara pribadi.

“Sejujurnya saya hanya menjual phising kit tersebut, tetapi memakai phising tersebut seperti menyebar ke email dan sebagainya saya tidak pernah,” katanya.

Ditanya mengapa berhenti dari aktivitas 16Shop, RN mengatakan faktor utamanya takut dan jenuh di dunia phising.

Sejak berhenti pada akhir 2019, RN mengakui pada Maret 2020 membuat situs pemantauan COVID-19 beralamat di kasuscorona.id. Namun, saat diakses, situs itu sudah tidak aktif lagi.

“Sudah di-suspend sama penyedia hostingnya,” tutupnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Nekat Nyolong Scoopy, Pria Kotabaru Disikat Polisi
Kapolsek Kapuas Timur

Hot Borneo

Kegiatan Percepatan Vaksinasi di Kapuas Timur Terus Digencarkan
Sedan Banjarmasin

Hot Borneo

Sedan DA 1 Hilang Kendali di Mulawarman Banjarmasin, Siapa Pemiliknya?
Arisan Bodong

Hot Borneo

Kecoh Korban Ratusan Juta, Polisi Dalami Kasus Arisan Bodong Tanbu
Elpiji Subsidi

Hot Borneo

Disdag Kalsel: Pedagang Bukan UKM Tak Boleh Gunakan Elpiji Subsidi!
Operasi Antik Intan 2022

Hot Borneo

Operasi Antik Intan 2022, Polda Kalsel Ungkap 218 Kasus Narkoba
Kebakaran

Hot Borneo

Api di Balikpapan, Satu Rumah Terbakar
PDAM

Hot Borneo

Balita Mandi Air Comberan, PDAM Bandarmasih Dipanggil Dewan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com