Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

48 Santri Tarakan Dilecehkan, Mayoritas Takut Melapor

Sebanyak 48 santri laki-laki di sebuah ponpes di Tarakan mengalami pelecehan.
- Apahabar.com     Selasa, 29 Maret 2022 - 22:37 WITA

48 Santri Tarakan Dilecehkan, Mayoritas Takut Melapor

Puluhan santri laki-laki di Tarakan menjadi korban pelecehan seksual. Foto ilustrasi: Ist

apahabar.com, TARAKAN – Tindak pelecehan seksual di pondok pesantren (ponpes) kembali terjadi di Kalimantan.

Tak tanggung-tanggung, kali ini sebanyak 48 santri menjadi korban oleh seorang warga berinisial RD (22).

Skandal itu terjadi di salah satu ponpes di Tarakan, Kalimantan Utara.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Tarakan, dari 48 anak di bawah umur itu seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Meski begitu, hanya 5 korban yang melapor ke polisi dan menjalani pemeriksaan. Diduga korban lainnya tidak berani melapor. Serta kebanyakan kasus terjadi sudah beberapa tahun lalu.

Kasus pelecehan ini pun terungkap setelah salah satu orang tua korban melapor ke Polsek Tarakan Utara pada Senin lalu (7/3). Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung mengamankan pelaku pada Selasa (8/3). Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya.

“Sudah diamankan. Yang jelas dari kami hanya 5 korban yang melapor, kemungkinan korban enggak berani melapor,” kata Kapolsek Tarakan Utara, AKP Kistaya pada Selasa (29/8).

Hasil pemeriksaan polisi, diketahui RD melakukan tindakan pelecehan seksual tersebut sejak tahun 2016 silam. Saking banyaknya, pelaku bahkan tidak mengingat sudah berapa anak yang ia lecehkan.

“Pengakuan dari pelaku memang banyak melakukan pelecehan seksual, terhitung sejak tahun 2016. Pelaku sendiri tidak tahu jumlah anak yang dilecehkan karena banyak,” bebernya.

RD merupakan warga sekitar yang kerap melakukan ibadah di masjid yang tak jauh dari ponpes para korban. Ia cukup aktif dalam kegiatan pengajian dan majelis taklim yang digelar salah satu pesantren itu.

Pengakuan RD, ia beraksi ketika para santri dalam kondisi tertidur.

“Jadi saat tidur, pelaku menindihnya dan memasukkan tangannya ke dalam celana korban. Itu dilakukan pada Sabtu dan Minggu saat para santri tidur di Ponpes,” terangnya.

Pelaku kini ditahan di Mapolsek Tarakan Utara. Ia pun dijerat Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pasar Alabio

Hot Borneo

Sengketa Pasar Alabio: Wakil Rakyat Sesalkan ‘Duit Sumbangan’

Hot Borneo

Sepekan Eksis, Poli Ortopedi di RSUD Abdul Aziz Marabahan Langsung Jadi Rujukan
WNA Asal China di Kalsel Bebas Bepergian

Hot Borneo

Terpantau 526 Warga Negara Asing Tinggal di Kalsel
Sabu 1 kg Kaltara

Hot Borneo

Sabu 1 Kg Kaltara Gagal Edar, Tersangka Narapidana Lapas di Kalsel
Apdesi Tabalong

Hot Borneo

APDESI Tabalong Gandeng Telkom Bentuk Desa Digitalisasi, Bupati: Bentuk Keseriusan Memajukan Daerah

Hot Borneo

TOP! Guru MAN Kotabaru Juarai Lomba Video Pembelajaran Level Nasional
Alfamart Ambruk

Hot Borneo

Satu Lagi Kesaksian Korban Ambruknya Alfamart Gambut: Selamat Berkat HP!
ambulance kotabaru

Hot Borneo

Bupati Kotabaru Serahkan Bantuan 2 Buah Ambulans untuk Desa di Perbatasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com