Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Babak Baru Skandal Bupati Nonaktif HSU, Wahid Segera Disidang di Banjarmasin

Persidangan Wahid rencananya bakal digelar di Banjarmasin,
- Apahabar.com     Kamis, 17 Maret 2022 - 17:51 WITA

Babak Baru Skandal Bupati Nonaktif HSU, Wahid Segera Disidang di Banjarmasin

Wahid berbicara dengan seorang nenek yang setia menghadiri sidang. apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, TANJUNG – Skandal korupsi yang menyeret Bupati nonaktif Hulu Sungai Utara (HSU), Abdul Wahid memasuki babak baru.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan berkas perkara dugaan tindak pidana suap, gratifikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Wahid ke Tim Jaksa, Kamis (17/3).

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan penyerahan tersangka Wahid beserta barang bukti tahap II tersebut diserahkan menyusul berkas perkara telah dinyatakan lengkap.

“Karena kelengkapan berkas perkaranya dinyatakan lengkap,” ujar Fikri kepada apahabar.com, Kamis sore.

Tim Jaksa, lanjut Fikri masih tetap melakukan penahanan terhadap Wahid selama 20 hari terhitung hari ini 17 Maret 2022 sampai 5 April 2022 di Rumah Tahanan KPK pada gedung Merah Putih, Jakarta.

Selanjutnya, dalam waktu 14 hari kerja, Tim Jaksa segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor.

“Persidangan dijadwalkan akan berlangsung di Pengadilan Tipikor pada PN (Pengadilan Negeri) Banjarmasin,” pungkasnya.

Sebagai pengingat, Wahid sendiri telah berstatus sebagai tersangka atas kasus korupsi komitmen fee 15 persen terkait pengerjaan DIR Banjang dan Kayakah di HSU. Ia juga diancam KPK menggunakan pasal pencucian uang.

18 November, KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa di proyek irigasi Banjang dan Kayakah.

Penangkapan berawal saat operasi tangkap tangan tim KPK pada 15 September 2021 di Amuntai, HSU.

KPK lebih dulu menangkap Maliki, pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dinas PUPR Kabupaten HSU; Direktur CV Hanamas Marhaini (MRH); dan Direktur CV Kalpataru Fachriadi (FH) di lokasi yang berbeda.

Marhaini dan Fachriadi selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP.

Maliki selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 dan Pasal 65 KUHP.

Sementara, Wahid yang diduga menerima suap dan gratifikasi hingga senilai total Rp18,9 miliar disangka Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 KUHP Jo Pasal 65 KUHP.

Pemkab HSU jadi bulan-bulanan di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Lantik Panglima TNI

News

Panglima TNI Bongkar Kebohongan Kasus Tiga Prajurit Gugur Ditembak KKB
Perang

News

50 Hari Invasi Rusia ke Ukraina, Ribuan Tewas, Pasokan Makanan-Kebutuhan Medis Terganggu
Kebakaran Banjarmasin

News

Duka di Sutoyo Banjarmasin, Belasan Jiwa Kehilangan Rumah
Esport

News

Esport Kalimantan Gelar Turnamen Pes Online

News

Jokowi Imbau Pejabat Negara hingga Swasta Tunaikan Zakat Melalui Baznas
Migor

News

Jelang Idulfitri, Warga Pulau Laut Sumringah Terima Bantuan Minyak Goreng

News

Ledakan di Masjid Kabul Afghanistan: 5 Tewas, 20 Luka-luka
Ibu Kota Banjarmasin

News

Tahu Gak? Jumlah Warga Banjarmasin Menyusut Setelah Lebaran 2022
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com