Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres Tahanan Tewas Banjarmasin, IPW Desak Pertanggungjawaban Dua Tingkat

Pemuda Banjarmasin yang Diciduk Densus 88 di Sungai Lulut: Berbaiat ke Dua Petinggi ISIS Sekaligus 

- Apahabar.com     Kamis, 17 Maret 2022 - 11:39 WITA

Pemuda Banjarmasin yang Diciduk Densus 88 di Sungai Lulut: Berbaiat ke Dua Petinggi ISIS Sekaligus 

Densus 88 mengungkap peran AS pemuda asal Pekapuran dalam jaringan kelompok jamaah ansharut daulah (JAD). Foto ilustrasi personel Densus 88: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Densus 88 resmi menetapkan AS alias Abu Aslam (27) sebagai tersangka. Sebelumnya AS ditangkap lantaran merencanakan penyerangan ke pos polisi di Banjarmasin.

AS ditangkap dalam operasi senyap Densus 88 di sebuah rumah Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar pada Minggu (27/2) subuh.

AS diduga kuat jadi anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kalimantan Selatan, organisasi terorisme yang berkiblat ke ISIS.

“Tergabung dalam kelompok AD (Anshor Daulah) Kalimantan Selatan,” jelas Kabag Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Pol Aswin Siregar kepada apahabar.com, Rabu tengah malam (16/3).

Februari 2017, AS telah melakukan baiat kepada Amir Daulah Islamiyah Abu Bakar Al Baghdadi, pimpinan ISIS yang tewas pada 2019 silam.

“(Dibaiat) Sebagai Anshor Daulah dalam rangka mempersiapkan diri untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah di Indonesia,” kata Aswin.

Usai wafatnya Abu Bakar Al-Baghdadi, tersangka AS juga disebut ikut melakukan pembaharuan pembaiatan kepada Pimpinan ISIS baru, yakni Abu Ibrahim Al Hashimi Al Quraishi.

Infografis: apahabar.com/Dhea

Belakangan, Amerika Serikat mengumumkan kematian Al Quraishi 3 Februari 2022 tadi, menyusul serangan pasukannya di Suriah Uatara. Al Quraishi tewas bersama keluarganya setelah bom bunuh diri.

Kembali ke tersangka AS pemuda Banjarmasin, Aswin mengatakan tersangka telah melaksanakan beberapa kali idad fisik dan latihan berperang menggunakan senjata water gel gun (WGG).

Tersangka rupanya juga masih berkaitan dengan penangkapan dua terduga teroris jaringan JAD Kalsel, yakni MS dan MR. Keduanya ditangkap Densus 88 pada pertengahan Desember 2021 lalu.

“Sekitar bulan April 2020 bertempat di Kota Banjarmasin, tersangka AS bersama dengan MS dan MR melakukan pembahasan mengenai perencanaan untuk melaksanakan aksi amaliah terhadap pos-pos polisi yang berada di Banjarmasin dengan menggunakan senjata api,” terang Kombes Pol Aswin.

Berdasarkan beberapa alat bukti yang sudah dikumpulkan, tersangka diduga keras telah melakukan tindak pidana terorisme, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 Jo Pasal 7 dan Pasal 13 huruf C UU RI Nomor 5 Tahun 2018.

“Masa penahanan 120 hari. Penahanan ketiga tersangka tersebut terhitung sejak tanggal 5 Maret 2022 sampai dengan tanggal 2 Juli 2022,” pungkas Aswin.

Alasan Mengapa Polisi Jadi Target Serangan JAD di Banjarmasin

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jemaah Haji Kalteng

Hot Borneo

Kuota Haji Kalteng 731 dan Cadangan 147 Orang, Segini Jatah Masing-Masing Kabupaten Kota
BBM

Hot Borneo

Mobil Pelangsir Kedapatan Antre Pertalite di SPBU Palangka Raya

Hot Borneo

Sejumlah Posisi Pimpinan Kosong, Lelang Jabatan di Lingkup Pemkot Banjarbaru Dibuka
PMK

Hot Borneo

Bebas PMK, Permintaan Hewan Kurban di Tanbu Melonjak

Hot Borneo

Pemotor Tewas Usai Adu Banteng dengan 2 Mobil di Banjarbaru, Begini Kronologinya!
Banjarbaru

Hot Borneo

Ciduk 3 Remaja Bukan Suami Istri di Banjarbaru, Petugas Sita Kondom-Pil KB

Hot Borneo

Gara-gara Sabu, Pemuda Pengangguran Astambul Terancam 20 Tahun Penjara
harga migor

Hot Borneo

Update, Harga Migor Cs Kalsel Makin ‘Selangit’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com