Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Blak-blakan Kepala BNPT Soal Jaringan JAD di Kalsel, Boy Rafli: Sel-selnya Masih Hidup

Kalimantan Selatan tak luput dari panyebaran paham radikalisme hingga aksi terorisme.
- Apahabar.com     Selasa, 22 Maret 2022 - 16:56 WITA

Blak-blakan Kepala BNPT Soal Jaringan JAD di Kalsel, Boy Rafli: Sel-selnya Masih Hidup

Kepala BNPT Kalsel, Irjen Pol Boy Rafli Amar bicara soal jaringan JAD. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan tak luput dari panyebaran paham radikalisme hingga aksi terorisme.

Terbukti, dari adanya penyerangan Mapolsek Daha Selatan pada 1 Juni 2020 lalu. Seorang polisi tewas dan satu unit mobil patroli terbakar dalam aksi teror tersebut.

Teranyar, Densus 88 Antiteror menggelar operasi senyap penangkapan orang yang diduga terpapar paham radikalisme.

Sebut saja AS (27) di Sungai Lulut pada 27 Februari 2022, dan NR (22) warga Simpang Kuin Selatan pada 22 Desember 2021.

Dua remaja Kalsel itu ditangkap karena diduga kuat telah berafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Sederet kejadian itu pun turut menjadi perhatian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Boy Rafli mengatakan, adanya kejadian-kejadian tersebut menandakan bahwa paham radikalisme terus menjadi ancaman, tak terkecuali di Kalsel.

“Itu mengindikasikan bahwa mereka sudah ada di sekitar kita,” ujarnya usai Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional yang digelar BNPT di Hotel Rattan Inn, Selasa (22/3).

Jenderal polisi bintang tiga itu tak menampik, jika penyebaran paham-paham radikal yang masuk dari luar hingga merusak masyarakat belum mati.

“Terus terang sel-selnya hidup di Indonesia,” terangnya.

Pihak yang berafiliasi dengan organisasi terorisme Internasional seperti Al Qaeda maupun ISIS mendoktrin anak negeri untuk mencari pendukung menjalankan misinya.

“Jadi ini bisa masuk kepada kalangan masyarakat, bisa-bisa tanpa terasa tiba-tiba sudah ikut dalam alam pikiran yang mereka mau,” imbuhnya.

Melihat ancam-mengancam ini, sudah seyogyanya ujar Boy Rafli, pencegahan penyebaran paham radikalisme dapat dilakukan sejak dini. Terlebih, media sosial saat ini dijadikan salah satu alat penyebarannya.

“Kita harus terus meningkatkan kesiapsiagaan kita, kewaspadaan kita agar mereka jangan semakin mendatangkan korban di kalangan masyarakat kita terbawa-bawa dengan kegiatan yang mereka lakukan,” jelasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

HUT Bhayangkara ke-76, Puluhan Polisi Tanah Bumbu Naik Pangkat
Skenario Pemerintah

News

Negara Tetangga Siap Bye-bye Corona, Indonesia Kapan?
IKN

News

Koordinasi Dengan Kejagung, Kepala Otorita IKN Bahas Tiga Aspek Datangkan Investor
Cuaca

News

Habar Cuaca: Hujan Bayangi 7 Wilayah Kalsel
Presiden Joko Widodo. Foto-Istimewa

News

Sah, PNS Dapat Beralih Status Jadi Pegawai Otorita IKN
Haul Sekumpul Kotabaru

News

Perayaan Isra Mikraj-Haul Guru Sekumpul Bergema di Penjuru Kotabaru

News

Usai Ditinggal Rusia, Ukraina Autopsi Ribuan Mayat di Kyiv
Eril

News

Keluarga Ridwan Kamil Diskusi ke Ulama: Eril Meninggal Syahid Akhirat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com