Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Padang Ilalang Disulap Jadi Wisata Bunga di Batu Benawa HST Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres

China Eastern Airlines Jatuh, KBRI Beijing dan KJRI Guangzhou Pantau Data Korban

KBRI di Beijing dan KJRI Guangzhou saling berkoordinasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang data korban jatuhnya pesawat penumpang China..
- Apahabar.com     Senin, 21 Maret 2022 - 23:47 WITA

China Eastern Airlines Jatuh, KBRI Beijing dan KJRI Guangzhou Pantau Data Korban

Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines jatuh di desa dekat Kota Wuzhou, Provinsi Guangxi, Senin (21/3). Foto: Net

apahabar.com, BEIJING – KBRI di Beijing dan KJRI Guangzhou saling berkoordinasi untuk mengetahui lebih lanjut tentang data korban jatuhnya pesawat penumpang China Eastern Airlines di Daerah Otonomi Guangxi, China, Senin (21/3) sore.

“Kami monitor terus kejadian sore ini. Kami terus koordinasikan dengan KJRI GZ [Guangzhou],” kata Wakil Kepala KBRI Beijing Dino R Kusnadi seperti dilansir Antara.

Sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan ada atau tidaknya korban warga negara Indonesia dalam pesawat nahas itu.

“Informasi penumpang belum dikeluarkan oleh FAO [Kantor Urusan Luar Negeri] setempat,” kata Dino menambahkan.

Pesawat Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU-5735 itu jatuh di perbukitan di Kabupaten Tengxian, Daerah Otonomi Guangxi, sekitar pukul 14.00 waktu setempat (13.00 WIB).

Pesawat yang bertolak dari Kunming di Provinsi Yunnan menuju Guangzhou di Provinsi Guangdong itu jatuh dan terbakar di wilayah Guangxi. Pesawat tersebut mengangkut 132 orang, termasuk sembilan kru, yang sampai saat ini belum diketahui nasibnya.

Foto dan gambar yang beredar media-media sosial China menunjukkan kobaran api di atas perbukitan dan warga di sekitar lokasi menemukan puing-puing pesawat yang jatuh itu.

Guangxi diapit oleh Yunnan dan Guangdong di wilayah selatan China yang berbatasan langsung dengan Vietnam.

Kunming dan Guangzhou menjadi pintu utama penerbangan internasional tujuan China selama masa pandemi Covid-19, termasuk penerbangan dari Indonesia.

Para pengguna penerbangan internasional wajib menjalani karantina di kedua kota tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke kota-kota besar lainnya di China, termasuk Beijing yang sampai saat ini belum membuka jalur penerbangan internasional secara langsung.

Insiden tersebut merupakan kecelakaan udara terburuk pertama di China sejak peristiwa jatuhnya pesawat di Yinchun, Provinsi Heilongjiang, pada 2010, seperti dilaporkan media setempat.

Otoritas penerbangan China pada 19 Februari 2022 merilis bahwa waktu penerbangan sipil yang aman berhasil melampaui 100 juta jam, catatan terbaik dalam sejarah industri penerbangan sipil China.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PSK

News

Sejumlah PSK di Eks Lokalisasi Pembatuan Diciduk, Kondom-Pelumas Jadi Barbuk
Bawaslu Kalsel

News

Usul E-Voting Pemilu 2024, Bawaslu Kalsel: Berat
G20 RI

News

G20 RI Bakal Panas, Putin Berencana Datangi Bali
IKN Nusantara

News

Tanah dan Air dari 34 Provinsi Menyatu di IKN Nusantara
Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto

News

Bocoran Reshuffle Kabinet Jokowi Hari Ini, Siapa Jadi Menteri?
Papua

News

Anggota Brimob Tewas Dianiaya OTK di Papua, Dua Senjata Dirampas
Minyak Goreng Oplosan

News

Hati-Hati! Beredar Minyak Goreng Oplosan, Seorang Penjual Tahu Jadi Korban
Pariwisata

News

Indonesia Lepas Masker, Sandiaga Uno: Angin Segar Bagi Pariwisata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com