Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu… Ratusan Anggota Polda Kalsel Naik Pangkat, Irjen Rikwanto Beri Wanti-wanti

Dianggap Mengundang Syahwat, Sekolah di Jepang Larang Siswi Gaya Rambut Kuncir Kuda

Sekolah-sekolah di Jepang melarang gaya rambut kuncir. Menurut mereka hal ini dapat mengundang syahwat atau gairah seksual.
- Apahabar.com     Sabtu, 12 Maret 2022 - 13:27 WITA

Dianggap Mengundang Syahwat, Sekolah di Jepang Larang Siswi Gaya Rambut Kuncir Kuda

Sekolah-sekolah di Jepang melarang gaya rambut kuncir. Menurut mereka hal ini dapat mengundang syahwat atau gairah seksual. Foto-Ilustrasi/Net

apahabar.com, JAKARTA – Sekolah-sekolah di Jepang melarang gaya rambut kuncir. Menurut mereka hal ini dapat mengundang syahwat atau gairah seksual.

Seperti dilansir NY Post, mantan guru sekolah menengah, Motoki Sugiyama, mengatakan alasan di balik kebijakan itu mirip dengan larangan menggunakan pakaian dalam berwarna di sekolah.

“Mereka khawatir anak laki-laki akan melihat anak perempuan, yang mirip dengan alasan di balik penegakan aturan warna pakaian dalam putih saja,” jelasnya.

“Saya selalu mengkritik aturan ini, tetapi karena kritiknya kurang dan menjadi sangat normal, siswa tidak punya pilihan selain menerimanya,” ujar Motoki Sugiyama.

Menurut Vice, survei tahun 2020 menunjukkan bahwa di prefektur Fukuoka, satu dari 10 sekolah melarang up-do atau sanggul.

Sugiyama mengajar di prefektur Shizuoka selama 11 tahun di lima sekolah yang berbeda, yang semuanya melarang ekor kuda. Karena menurutnya aturan gender itu seksis dan mengecilkan ekspresi diri siswa, dia berusaha membebaskan anak-anak yang menjadi sasaran “tuntutan yang tidak masuk akal” itu.

Orang tua dan siswa sama-sama menyatakan kemarahannya pada aturan berpakaian tersebut, hal itu juga mendorong pemerintah Jepang untuk merevisi peraturan dewan pendidikan prefektur.

Tapi tidak setiap sekolah mengikuti aturan tersebut. Faktanya, Sugiyama masih menerima keluhan dari siswa yang mengklaim sekolah mereka tidak akan melonggarkan pembatasan aturan berpakaian.

“Banyak sekolah mengabaikan pemberitahuan yang tidak mengikat secara hukum atau yang tidak memiliki hukuman,” katanya.

Larangan kuncir kuda dan warna pakaian dalam bukan satu-satunya pedoman ketat yang harus diikuti oleh siswa Jepang.

Sekolah memberlakukan pembatasan lebih lanjut seperti warna kaus kaki anak-anak, panjang rok dan bahkan bentuk alis mereka.

Mereka juga harus membuang pewarna rambut, karena jika kunci siswa tidak “hitam atau lurus”, mereka dipaksa untuk menunjukkan bukti bahwa itu adalah warna rambut alami mereka.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pakai Celana Robek Saat Live, Popo TikTok Trending di Twitter. Foto-Istimewa

Relax

Pakai Celana Robek Saat Live, Popo TikTok Trending di Twitter

Relax

Diberi Judul Fast X, Fast & Furious 10 Sudah Mulai Syuting
Viral Bocah Bawa Karung Terekam Masukkan Uang ke Kotak Amal, Warganet: MasyaAllah!. Foto-Istimewa

Relax

Viral Bocah Bawa Karung Terekam Masukkan Uang ke Kotak Amal, Warganet: MasyaAllah!
Mahasiswa Selesaikan Skripsi 2 Bulan

Relax

Inspiratif, Video Mahasiswa Selesaikan Skripsi 2 Bulan dan Dapat Predikat Sangat Baik Viral
Pawang Hujan Mandalika

Relax

Jadi Pawang Hujan Mandalika di MotoGP 2022, Segini Tarif Rara Istiati Wulandari

Relax

Coba Buat Fitur Berlangganan, TikTok Ikuti Jejak Instagram
Yus Yunus meninggal dunia

Relax

Innalilahi… Pedangdut Senior Yus Yunus Meninggal Dunia
d'One Cafe Pagatan

Relax

Yuk, Merapat! Malam Ini Ada Live Music di d’One Cafe Pagatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com