Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Digandeng BRI Cabang Marabahan, Kejari Batola Pulihkan Ratusan Juta Uang Negara

- Apahabar.com     Selasa, 29 Maret 2022 - 23:05 WITA

Digandeng BRI Cabang Marabahan, Kejari Batola Pulihkan Ratusan Juta Uang Negara

Kasi Datun Kejari Batola, Asep Yopie Budiman, memperlihatkan bukti pembayaran tunggakan KPPE yang dilakukan tiga kelompok peternak. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Dalam tempo sekitar 1,5 bulan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala berhasil memulihkan ratusan juta uang negara atas kuasa khusus BRI Cabang Marabahan.

Total uang senilai Rp546.600.000 merupakan sebagian dari pengembalian Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang tertunggak.

KPPE sendiri adalah program pemerintah dalam bentuk kredit investasi dan kredit modal kerja yang diberikan kepada petani, peternak, nelayan dan pembudidaya ikan.

“Sekitar 1,5 bulan setelah melakukan pendampingan, kami berhasil mengembalikan 37 persen dari tunggakan pinjaman yang diberikan 10 tahun lalu senilai total Rp1,47 miliar,” papar Kajari Batola, Eben Neser Silalahi, Selasa (29/3).

Total tujuh kelompok peternak dan perikanan di Batola yang mendapatkan bantuan tersebut. Mereka adalah Sido Makmur, Tunas Harapan, Setaria, Taruna Tani, Perikanan Harapan Bersama, Sidodadi dan Parundingan dengan nilai bervariasi.

“Seluruh kelompok sudah diundang, tetapi baru tiga yang bersedia datang. Selanjutnya kami akan melihat itikad empat kelompok lain yang belum memenuhi undangan,” beber Eben Neser.

“Seandainya kelompok bermasalah dengan menyalahgunakan pinjaman, surat undangan tentu akan berubah menjadi pemanggilan,” tegasnya.

Lantas melalui negosiasi alot, ketiga kelompok peternak yang menghadiri undangan Kejari Batola, bersedia membayar tunggakan.

“Tertanggal 23 dan 24 Maret, tiga kelompok tani bersedia membayar tunggakan. Rinciannya Tunas Harapan senilai Rp220 juta, Taruna Tani Rp206,6 juta dan Setaria Rp120 juta,” sahut Asep Yopie Budiman, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Batola.

“Selanjutnya uang senilai total Rp546.600.000 itu diserahkan dan disetor kepada BRI. Mengingat KPPE ini merupakan uang negara, berarti kami berhasil memulihkan uang negara atas kuasa dari BRI,” imbuhnya.

Terkait empat kelompok ternak yang belum memenuhi undangan, Seksi Datun akan terus berusaha hingga beberapa bulan kedepan sesuai prosedur.

“Kami hanya memberikan pemahaman bahwa yang dipinjam merupakan uang negara. Apabila uang negara sengaja tidak dikembalikan, justru akan menjadi tindak pidana,” beber Yoepi.

Sementara Pimpinan Cabang BRI Marabahan, Safril Haryo Septiadi, menegaskan suara kuasa khusus tersebut merupakan hal biasa.

“Kami berharap itu tidak menjadi ekses negatif kepada kelompok peternak atau debitur lain. Namun demikian, harus pertanggungjawaban dari setiap kegiatan perbankan,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemerkosaan Polisi

News

Kabar Baik! Pemkot Banjarbaru Mau Bantu Korban Pemerkosaan Polisi di Banjarmasin

News

6 Fakta Unik Ukraina: Negara Terluas di Eropa & Punya Banyak Kota Hantu
Vaksinasi

News

BIN Kalsel Kejar Target 80 Persen Vaksinasi Lansia di Banjarbaru
Tablig Akbar

News

Kronologi UAS Sempat Ditolak Warga Ceramah di Bogor
Mudik

News

Puncak Mudik di Kaltim, Pelabuhan Kariangau-Berau Jadi Atensi 
Menteri

News

Erick Thohir Target 15% Direksi BUMN Diisi Perempuan
IMM Kalsel

News

Ketum Fokal dan IMM Kalsel Resmi Dilantik, Fokus Isu HAM-Agraria
Rika Menwa Amuntai

News

Sepekan Pembunuhan Menwa Amuntai, Terduga Pelaku Masih Samar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com