Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Duh, 16 Tersangka Teroris NII Sumbar Diduga Mau Gulingkan Pemerintah

Sebanyak 16 orang yang terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat ditetapkan sebagai tersangka.
- Apahabar.com     Senin, 28 Maret 2022 - 16:03 WITA

Duh, 16 Tersangka Teroris NII Sumbar Diduga Mau Gulingkan Pemerintah

Penangkapan terduga teroris. Foto-Ilustrasi/Okezone

apahabar.com, PADANG – Sebanyak 16 orang yang terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat ditetapkan sebagai tersangka lantaran mau menggulingkan pemerintahan yang sah.

Polisi menyebut mereka berniat menggulingkan pemerintah dengan memanfaatkan situasi jika terjadi kekacauan.

“Memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah apabila NKRI sedang dalam keadaan kacau atau chaos,” ucap Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar dinukil CNN Indonesia, Senin (28/3).

Ia mengungkapkan para tersangka juga bertekad mengubah ideologi Pancasila dengan syariat Islam.

Selain itu, kata Aswin, para tersangka juga aktif melakukan kegiatan latihan militer alias idad secara rutin lewat berbagai kegiatan.

“Merencanakan persiapan logistik berupa persenjataan,” ungkapnya.

Aswin mengatakan para tersangka juga melakukan rekrutmen secara masif di Sumatera Barat. Upaya itu dilakukan terhadap anak di bawah umur.

Aswin menjelaskan penangkapan 16 tersangka itu dilakukan untuk mengungkap struktur jaringan NII di tingkat pusat hingga daerah.

Negara Islam Indonesia (NII) merupakan suatu kelompok yang dipimpin Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo.

Dia memproklamirkan NII atau dikenal juga dengan nama Darul Islam pada Agustus 1949 silam.

Kartosuwiryo kecewa dengan Indonesia yang memilih menjadi negara republik.

Kartosuwiryo, yang merupakan murid HOS Cokroaminoto di masa silam, mendambakan Indonesia menjadi negara yang menerapkan syariah Islam.

Kartosuwiryo memiliki basis massa di Jawa Barat, terutama di Tasikmalaya dan Garut.

Sempat merepotkan pemerintah Indonesia medio 1945 hingga 1950-an.

Hingga kemudian, Presiden Sukarno meminta aparat untuk bertindak tegas kepada pengacau tersebut.

Kartosuwiryo ditangkap di Gunung Geber, Rakutak, Bandung Jawa Barat pada Juni 1962 lewat operasi pagar betis yang dilakukan TNI. Dia lalu dieksekusi mati.

Riwayat Darul Islam/Tentara Islam Indonesia tidak cuma di Jawa Barat, tetapi juga di daerah lain. Misalnya pimpinan Daud Beureuh di Aceh, serta Kahar Muzakkar di Makassar. Semuanya ditumpas oleh tentara Indonesia.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kerja

News

Ada Kabar Baik! Australia Buka Lowongan Kerja untuk WNI
HM Nur

News

Serupa Ayahanda, HM Nur Juga Sempat Cuci Darah
hujan ikan

News

Fenomena Hujan Ikan di Honduras, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Tumor Ganas

News

Yuk Bantu, Penyintas Tumor Ganas Martapura Perlu Uluran Tangan

News

Dini Hari, Permukiman Padat Penduduk Tapin Diamuk Api
Puting Beliung Banjar

News

UPDATE Puting Beliung Banjar: 147 Rumah, Ponpes hingga Gudang Porak-Poranda
mafia minyak goreng

News

Perintahkan Mafia Minyak Goreng Diproses Hukum, Jokowi: Saya Tidak Mau Ada yang Bermain-Main
Edy Mulyadi

News

Sempat Memanas, Besok Sidang Lanjutan Edy Mulyadi Soal ‘Jin Buang Anak’
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com