Sempat Padam, Sistem Kelistrikan Kalselteng Kembali Pulih Tampil Perdana, Munthe FC Kotabaru Puas Jadi Runner-Up Belum Sejam, Polres HSS Ciduk 3 Terduga Pengedar Sabu Sebagian Kalsel Alami Pemadaman Aliran Listrik, Ternyata Ini Penyebabnya Tak Hadir Rapat, Pansus DPRD Kapuas Nilai Eksekutif Tak Kooperatif!

Gus Yahya Ingin NU Tangani Langsung Masalah di Palestina

- Apahabar.com     Minggu, 27 Maret 2022 - 22:33 WITA

Gus Yahya Ingin NU Tangani Langsung Masalah di Palestina

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan diskusi soal situasi politik di Palestina dengan Hakim Agung sekaligus Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Al Habbash. Gus Yahya memastikan pihaknya akan turut berpartisipasi membantu menangani permasalahan rakyat Palestina secara langsung.

“Kami Nahdlatul Ulama, kami ingin berupaya membantu rakyat Palestina bukan hanya dengan bersimpati atau mengirim bantuan-bantuan dari kejauhan tapi kami ingin untuk berperan langsung untuk bertindak langsung ke dalam dinamika, pergulatan terkait masalah-masalah yang ada itu,” kata Gus Yahya dalam agenda diskusi khusus dengan Hakim Agung sekaligus Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Al Habbash secara virtual, dikutip dari detikcom, Minggu (27/3/2022).

Namun, Gus Yahya membatasi keterlibatan pihaknya pada isu yang terjadi di wilayah Palestina. Dia menekankan hanya akan ulur tangan pada isu keagamaan.

“Tapi kami harus memilih dimensi apa dari permasalahan ini yang harus dimasuki oleh Nahdlatul Ulama karena sebagaimana yang saya singgung tadi, ada masalah politik dan masalah agama,” lanjutnya.

Menurut dia, NU akan terlibat pada isu terkait keagamaan di tengah ketegangan politik Palestina dan Israel. Sementara, sebutnya, terkait bantuan penyelesaian masalah-masalah politik Palestina akan dia serahkan kepada pemerintah RI.

“Untuk saat ini Nahdlatul Ulama memilih untuk mulai dari domain keagamaan, dari dimensi keagamaaan, karena NU bukan organisasi politik dan kami semua NU ini berada di bawah wewenang dan kedaulatan dari pemerintah RI,” katanya.

“Maka kami memilih dimensi keagamaan dan menyerahkan upaya-upaya pada dimensi politiknya ke pada pemerintah RI supaya kami tidak melanggar batas-batas wewenang kami terkait dengan pemerintah Indonesia,” imbuhnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

harga emas

News

Hari Ini, Harga Emas Antam Rp988 Ribu per Gram

News

Keluar dari Penjara, Angelina Sondakh Menangis Hirup Udara Bebas
Honorer

News

Tak Ada Lagi Tenaga Honorer di Pemerintahan pada 2023
Korupsi HSU

News

Sidang Ketujuh Skandal Korupsi HSU Ditunda!
Satgas Pangan

News

Instruksi Mendagri! Kepala Daerah Diminta Aktifkan Satgas Pangan
Setubuhi Adik Ipar

News

Biadab! Pria di Kotabaru Setubuhi Adik Ipar Sejak Masih di Bawah Umur
Covid-19 Banjarmasin

News

Hari Ini, 600 Lebih Warga Banjarmasin Sembuh Covid-19
Kedaluwarsa

News

Ramai Masa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 Diperpanjang, Emang Bisa?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com