Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini Sejarah Hari Ini: Tragedi Kelam Jumat Kelabu Banjarmasin Keluh Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO Hari Ini, Pesisir Kalsel Dibayangi Hujan Berpetir Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia

Hai “Pelangsir” di Kalsel… Pemerintah Batasi Pembelian Solar Subsidi Nih!

Pengecer solar di Kalimantan Selatan bakal gigit jari. Pasalnya pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)
- Apahabar.com     Kamis, 24 Maret 2022 - 11:13 WITA

Hai “Pelangsir” di Kalsel… Pemerintah Batasi Pembelian Solar Subsidi Nih!

Solar Habis di SPBU. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengecer alias “pelangsir” solar di Kalimantan Selatan bakal gigit jari.

Pasalnya pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan membatasi pembelian solar bersubsidi.

Hal itu mengingat kuota penyaluran solar subsidi hingga Februari 2022 telah melebihi kuota sekitar 10%.

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan supaya penyaluran subsidi tepat sasaran.

Adapun guna mengatasi penyaluran subsidi yang telah melebihi kuota ini, lembaga hilir bakal membatasi pembelian solar.

“BPH Migas melakukan pengendalian pembelian BBM per hari, per kendaraan,” ucap Saleh Abdurrahman dilansir apahabar.com dari CNBC Indonesia, Kamis (3/24).

Menurutnya, BPH migas terus mendorong agar masyarakat dapat menggunakan BBM non subsidi.
Selain itu, pihaknya juga akan terus menjamin stok dalam kondisi aman.

BPH Migas pun mengimbau supaya Badan Usaha pelaksana penugasan wajib melakukan pengendalian penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Jenis Minyak Solar (Gas Oil).

Khususnya untuk konsumen pengguna transportasi dengan rincian:

a. kendaraan bermotor perseorangan roda empat paling banyak 60 liter/hari/kendaraan.

b. kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda empat paling banyak 80 liter/hari/kendaraan

c. kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda enam atau lebih paling banyak 200 liter/ hari/ kendaraan.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga mencatat, secara nasional per Februari 2022 penyaluran solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10%.

Adapun stok solar subsidi ini secara nasional berada di level 20 hari.

Sebagai badan usaha yang diamanahkan untuk menyalurkan kebutuhan bahan bakar masyarat, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) memastikan stok dan penyaluran bahan bakar berjalan dengan maksimal.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini realisasinya di atas 5% sudah pasti akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan energi, salah satunya Solar subsidi.

Oleh sebab itu, pihaknya akan terus memastikan stok dan menjamin terjaganya proses distribusi di lapangan dengan maksimal.

“Stok Solar subsidi secara nasional di level 20 hari dan setiap hari stok ini sekaligus proses penyaluran ke SPBU terus dimonitor secara real time. Namun perlu diketahui secara nasional per Februari penyaluran Solar subsidi telah melebihi kuota sekitar 10%,” kata Irto.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pembunuhan Martapura

Hot Borneo

Cemburu Berujung Maut di Martapura, Pemuda Tewas Seketika
Palidangan Sehati

Hot Borneo

Meski Bukan Weekend, Masyarakat Ramai Kunjungi RTH Palidangan Sehati HSS
pelantikan pejabat

Hot Borneo

Seleksi Terbuka JPT Pemprov Kalsel Masuk Tahap 3 Besar, Tinggal Tunggu Keputusan Gubernur
Poster Seksis

Hot Borneo

Tidak Hanya di Jakarta, Poster Bertuliskan Seksis Juga Terlihat di Demo Mahasiswa Tabalong
Wanita Muda HST

Hot Borneo

Obok-Obok Rumah Wanita Muda HST, John Lee CS Kantongi 6 Paket Sabu
Sekda Banjar

Hot Borneo

Siap-siap, Tarif Air Minum PTAM Intan Banjar Bakal Naik 20 Persen
Habib Banua

Hot Borneo

Ribut-Ribut Zuriah Nabi di Banjarmasin, Habib Banua Angkat Bicara
Solar

Hot Borneo

Solar Subsidi untuk Nelayan Diselewengkan, Pelaku Mengaku Diberi Surat Kuasa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com