Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Hamil Delapan Bulan, Kisah Wartawati di Sangatta Terjebak Banjir

- Apahabar.com     Minggu, 20 Maret 2022 - 22:44 WITA

Hamil Delapan Bulan, Kisah Wartawati di Sangatta Terjebak Banjir

Wartawati di Sangatta terjebak banjir. Foto-Istimewa.

apahabar.com, SANGATTA – Banjir yang melanda Sangatta, Kabupaten Kutai Timur sejak Jumat (18/3) rupanya turut menimpa seorang jurnalis wanita bernama Lela Ratu Simi (27) yang sedang hamil 8 bulan. Ia harus berjibaku dengan banjir dan bertahan hidup di lantai dua rumahnya seorang diri.

Saat dihubungi apahabar.com, Lela menceritakan kejadian menegangkan saat itu. Di mana pada Jumat (18/3) dirinya seorang diri di rumah di Jalan Gunung Teknik RT 04 Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan sebab suami sedang bekerja. Hujan deras yang melanda di Sangatta awalnya tak membuatnya khawatir. Namun sekira pukul 11.00 wita debit air sungai mulai naik hingga pada pukul 15.00 Wita air meluap dan masuk ke dalam rumahnya.

“Sekitar pukul 15.00 Wita itu air sudah sepaha orang dewasa. Kaget banget, soalnya nggak pernah terjadi begini,” katanya pada Minggu malam (20/3).

Ia pun bergegas menyelamatkan diri lantaran air sudah mulai tinggi. Lantaran hamil besar, dirinya kesulitan bergerak cepat. Sehingga ia hanya mampu menyelamatkan barang-barang kecil yang bisa ia bawa ke lantai dua rumahnya.

“Kondisi di bawah sudah berantakan, kasur, TV, kipas angin, mesin cuci, koleksi buku-buku, baju dan semua barang sudah mengapung. Tapi karena aku hamil besar ya nggak bisa apa-apa, pasrah aja. Cuma selamatin benda kecil yang bisa kubawa,” terangnya.

Di lantai dua, Lela hanya bisa menunggu bantuan datang untuk mengevakuasi dirinya. Sekira pukul 18.30 Wita ia pun dibantu oleh petugas dan warga untuk dievakuasi ke tempat aman. Pasca dievakuasi dari rumahnya, Lela mengungsi di rumah ibunya.

Kondisi kandungan yang tinggal menunggu waktu itu membuatnya khawatir. Terlebih akses di Sangatta nyaris lumpuh total. Sehingga ia kerap kepikiran bagaimana dirinya menuju rumah sakit jikalau kandungannya mulai bereaksi.

“Aku nggak bisa ke dokter, jadi alternatif kalau pun harus lahiran pilihanku cuma puskesmas doang, itu aja yang bisa diakses. Rumah sakit jauh soalnya dari tempatku, nggak ada jalan menuju Rumah Sakit, jalan ketutup semua,” ujarnya.

Selain itu, Lela menyayangkan bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya belum ada satupun yang datang. Agar bertahan hidup, warga berinisiatif membaut dapur umum untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Memang nggak ada masuk sama sekali bantuan. Kami bikin dapur umum warga di RT-ku aja. Dari hari pertama juga mati listrik, PDAM juga mati dari kemarin, jadi kondisi agak sulit di sini. Kami butuh bahan makanan yang penting bang, karena di sini kami butuh makan,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

BPK Banjarmasin

Hot Borneo

Ibnu Sina Respons Terulangnya Tabrakan Maut BPK: Jangan Pesimis Perda Damkar

Hot Borneo

Bakar Rumah Rekan Sendiri, Warga Tabalong Serahkan Diri ke Polisi
Solar Subsidi

Hot Borneo

Tilap Solar Subsidi Nelayan, 2 Pria Balikpapan Ditangkap Polisi

Hot Borneo

Tanpa THR, Gaji Pertama PPPK Guru di Banjarmasin Dicairkan Mulai Mei

Hot Borneo

Libur Lebaran Masih Panjang, Pantai Siring Pagatan Mulai Ramai Dikunjungi
Paripurna DPRD Banjar

Hot Borneo

Paripurna DPRD Banjar Gaduh Lagi, Rofiqi Polisikan Dugaan Paraf Palsu
Curanmor

Hot Borneo

Curanmor! Pria Palangka Raya Diringkus Polisi di Kapuas

Hot Borneo

Direspons MK, Kadin-Forkot Banjarmasin Lakoni Sidang Perdana Sengketa UU Provinsi Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com