Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Harga Bahan Pokok Melejit, Pelaku UMKM di Banjarmasin Menjerit

Harus pintar-pintar memutar otak demi keberlangsungan usaha. Itulah yang dilakukan Anisa (23), penjual keripik usus goreng di Banjarmasin...
- Apahabar.com     Senin, 28 Maret 2022 - 16:18 WITA

Harga Bahan Pokok Melejit, Pelaku UMKM di Banjarmasin Menjerit

Anisa (23), penjual keripik usus goreng harus terdampak akibat gejolak harga bahan pokok di pasaran. Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Harus pintar-pintar memutar otak demi keberlangsungan usaha. Itulah yang dilakukan Anisa (23), penjual keripik usus goreng di Banjarmasin.

Anisa tak menampik bahwa lonjakan harga sejumlah bahan pokok sangat berdampak terhadap dagangannya.

Diakuinya, usaha yang belum lama dirintis itu sudah dihantam oleh dua kenaikan harga bahan baku sekaligus selama sebulan terakhir.

“Selain minyak goreng, harga cabai rawit sekarang juga naik,” ucapnya kepada apahabar.com, Senin (28/3).

Usaha yang dilakoni Anisa memang harus memerlukan bahan baku cabai. Sebab, usus gorengnya itu menawarkan beragam varian rasa, termasuk pedas.

Di tengah gejolak bahan baku seperti sekarang, tak banyak yang bisa ia lakukan. Satu-satunya cara mensiasati dengan mengurangi takaran dagangan. Yang biasa sebesar 150 gram per bungkus kini menjadi 100 gram.

“Karena kalau mengurangi harga tidak mungkin, penghasilan saja sekarang sudah menurun sampai 20 persen,” ujar mahasiswi perantau asal Rantau, Tapin ini.

Anisa berharap, pemerintah dapat mengendalikan kenaikan bahan pokok ini. Ia khawatir akan terancam gulung tikar, mengingat jualan keripik usus adalah satu-satunya cara agar tetap bertahan di ‘kampung orang’.

“Hanya ini [berjualan] yang bisa dikerjakan mahasiswa perantau di tengah padatnya jadwal perkuliahan,” tutupnya.

Melihat website resmi Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, gejolak harga masih terus terjadi pada berbagai jenis cabai.

Per hari ini. Senin (28/3), rawit lokal berada di rata-rata Rp108.800 per kilogram. Ada penurunan Rp1.200 dibanding harga kemarin. Begitu pula dengan rawit tiung segar yang berturun ke harga Rp66.100/kg.

Sementara cabai rawit taji segar kini Rp81.600 per kg, naik lagi sekitar Rp1.600 dibanding rata-rata harga kemarin. Demikian pula dengan cabai merah besar yang mengalami kenaikan Rp4.400 menjadi Rp56.600/kg.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Emak-Emak Jadi Muncikari di Tanjung Redeb, Tawarkan Anak Bawah Umur, Sekali Goyang Rp300 Ribu
BPBD Banjarmasin Banjir Rob

Hot Borneo

Prediksi BPBD Terkait Ancaman Banjir Rob di Banjarmasin Kini
Saleh Puntun

Hot Borneo

Aliansi Masyarakat Mau Geruduk PT Kalteng (Lagi), Desak 3 Hakim Dinonaktifkan
PPKM Level 3

Hot Borneo

Capaian Vaksinasi Tinggi – Nol Kasus, PPKM di Banjarbaru Turun ke Level 2
Pembunuh Jukir

Hot Borneo

Siang Berdarah di Pasar Baru Banjarmasin, Jukir Asal Teluk Tiram Tewas Ditikam

Hot Borneo

Serunya Nobar Barito VS Persib, Dukungan Berkumandang dari Halaman Balaikota Banjarmasin
Ritual Balian Mamapas Lewu Kapuas

Hot Borneo

Disbudpora Kapuas Gelar Ritual Balian dan Memapas Lewu

Hot Borneo

Polisi Ungkap Kronologi Penemuan Mayat Karyawan Perusahaan di Tamban Kecil Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com