Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Janji Dinkes Kalsel Setelah Puluhan Ribu Dosis Vaksin Astrazaneca Kedaluwarsa

- Apahabar.com     Rabu, 2 Maret 2022 - 17:23 WITA

Janji Dinkes Kalsel Setelah Puluhan Ribu Dosis Vaksin Astrazaneca Kedaluwarsa

51.630 dosis vaksin Covid-19 jenis Astrazaneca di Kalimantan Selatan dari hibah, sudah kedaluwarsa per 28 Februari 2022. Foto-apahabar/Riki

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebanyak 51.630 dosis vaksin Covid-19 Astrazaneca di Kalimantan Selatan sudah kedaluwarsa sejak 28 Februari lalu. Hal ini dinilai harus menjadi pelajaran, sebab vaksin yang berasal dari hibah itu nilainya setara dengan Rp4,9 miliar.

Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan sejak 23 Februari lalu memang sudah mewanti-wanti hal ini. Kala itu, lembaga auditor internal pemerintah mengungkap potensi vaksin kedaluwarsa akhir Februari mencapai 148.540 dosis.

Sepekan terakhir, penggunaan vaksin Astrazaneca terus digenjot. Gubernur Sahbirin Noor mengintruksikan seluruh kepada SKPD untuk ikut turun tangan mempercepat vaksinasi di 13 kabupaten kota.

“Akhirnya berhasil terpakai 96.910 dosis vaksin,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Sukamto kepada apahabar.com, Rabu (2/3).

Data Dinkes Kalsel, sisa puluhan ribu dosis vaksin Astrazaneca yang kedaluwarsa itu berasal dari 7 daerah. Dominan disumbang Kabupaten Barito Kuala sebanyak 40.420 dosis. Kota Banjarmasin ada 4.040 dosis, Banjarbaru 3.710 dosis, Hulu Sungai Utara 1.570 dosis, Tabalong 840 dosis, Hulu Sungai Tengah 620 dosis, dan Tanah Laut sebanyak 430 dosis.

Sukamto mengakui banyak pihak yang terkendala untuk menghabiskan vaksin Astrazaneca di tujuh daerah tersebut. Di Batola, misalnya, stok vaksin sangat banyak, sementara sasaran penerima cukup sulit dijangkau.

“Seperti banyak warga yang belum bisa disuntik dosis kedua, karena tenggat waktu dari vaksin dosis satu belum sampai,” jelasnya.

Alasan lainnya, stigma yang melekat di masyarakat,  lantaran Astrazaneca dianggap tidak halal. Sukamto mengakui hal tersebut menjadi kendala sejak lama.

Terkait kondisi ini, Dinkes Kalsel sudah menyurati 13 kabupaten kota agar tidak menggunakan puluhan ribu vaksin kedaluwarsa. Namun, Sukamto tetap meminta vaksin itu tetap disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius, sesuai ketentuan sembari menunggu arahan lebih lanjut dari Menteri Kesehatan/BPOM.

“Vaksin kedaluwarsa ini bukan hanya menjadi masalah di Kalsel, melainkan juga di sejumlah provinsi lain,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya bakal melakukan evaluasi lebih mendalam. Setiap pemerintah daerah nantinya akan menghitung ulang kebutuhan vaksin dan mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk mengejar vaksinasi dosis 1, 2, dan 3 (booster).

“Mulai sekarang kita melakukan hitung-hitungan yang lebih sangat teliti, termasuk jangka waktu masa kedaluwarsa,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Migor Kalsel

Hot Borneo

Blakblakan Kadisdag Kalsel: Penimbunan Migor Tak Rentan
Pembongkaran Bando

Hot Borneo

Baku Hantam Pembongkaran Bando di Banjarmasin, Pegawai Dishub Jadi Tersangka!
Wisata Goa Lowo Kotabaru

Hot Borneo

Di Tengah Sengketa Lahan, Wisata Goa Lowo Kotabaru Tembus 10 Ribu Pengunjung

Hot Borneo

Kasus Oknum Guru Cabul di Angkinang HSS, Gayung Kelinci hingga Sarung Jadi Barbuk

Hot Borneo

Jasad Kakek Sarijan Diautopsi, Keluarga Berharap Polda Kalsel Profesional
Sekda Tapin Masyraniansyah

Hot Borneo

Sekda Tapin Ungkap Alasan Mengapa Pasar Ramadan Kembali Ditiadakan
Video asusila Banjarmasin

Hot Borneo

Asusila Guru-Murid di Sekolah Banjarmasin Terekam CCTV, Cek Faktanya
terduga maling hp

Hot Borneo

Apes, Aksi Maling HP di Bus Terminal KM 6 Banjarmasin Terekam CCTV
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com