Kejati Telaah Permintaan PUPR Kalsel Kawal 40 Proyek Strategis Pilih Ketua, IDI Kalsel Siap Gelar Muswil 2022 di Kotabaru Sengketa Alabio: Pemkab Melawan, Pedagang Mengadu ke PTUN hingga KASN! Skandal Korupsi Hewan Balangan: Genap 100 Saksi Diperiksa Geger Jasad Pria Tertelungkup di Pantai Melawai Balikpapan

Kalau Masih Doyan Produk Impor, Presiden Jokowi Ancam Potong DAK Daerah

- Apahabar.com     Jumat, 25 Maret 2022 - 15:08 WITA

Kalau Masih Doyan Produk Impor, Presiden Jokowi Ancam Potong DAK Daerah

Presiden Joko Widodo mengancam DAK untuk pemerintah daerah yang masih doyan menggunakan produk-produk impor. Foto: Republika

apahabar.com, JAKARTA – Tidak main-main kekesalan Presiden Joko Widodo terhadap kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah yang masih doyan produk impor.

Presiden memang tampak begitu kesal dalam pengarahan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Jumat (25/3).

Faktanya sejumlah barang yang digunakan sejumlah kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah masih diimpor.

Khusus untuk pemerintah daerah, Jokowi mengancam akan memotong penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK).

Pun Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) diminta ikut mengawasi penggunaan anggaran pengadaan barang dan jasa.

“Konsekuensi sudah saya sampaikan kepada Menteri Keuangan. Kalau tidak semangat (menggunakan produk dalam negeri), DAK dipotong. Saya potong betul,” tegas Presiden seperti dilansir CNN.

Tak hanya akan memotong DAK, Jokowi juga mengancam akan menahan pembayaran Dana Alokasi Umum (DAU), seandainya pemerintah daerah masih banyak impor.

Ketegasan Presiden disebabkan anggaran daerah untuk melakukan pengadaan barang dan jasa mencapai Rp535 triliun untuk 2022. Angka tersebut lebih besar dibandingkan anggaran pemerintah pusat yang hanya Rp526 triliun.

“Lebih besar daerah. Sekali lagi saya ulang pusat Rp526 triliun, daerah Rp535 triliun,” tegas Presiden.

DAK adalah alokasi dari APBN kepada provinsi, kabupaten, atau kota untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi urusan pemerintah daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Sementara DAU dialokasikan pemerintah pusat untuk membantu pembangunan di daerah. DAU menjadi komponen belanja dalam APBN dan pendapatan dalam APBD.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Ditemukan! Jasad Korban Tenggelam di Martapura Barat, Masih Kenakan Topi
apahabar.com

News

Soal Terawan, DPR Segera Panggil IDI
Presiden Jokowi

News

Langkah Jokowi Dorong Produksi Kendaraan Listrik, Beri Insentif-Pangkas Regulasi
Ilustrasi. Foto-Net.

News

Soal Taiwan, China Peringatkan AS Agar Tak Ikut Campur
Lapas Anak Martapura

News

Dari Isra Mikraj-Haul Guru Sekumpul di Lapas Anak, Tekankan Pentingnya Salat
Polres Kutai Kartanegara berhasil meringkus dua orang tersangka yang melakukan pengetapan solar subsidi di SPBU. Foto-Istimewa

News

Timbun 300 Liter, Aksi Dua Pengetap Solar Subsidi di Kukar Dibongkar
Presiden Jokowi

News

Segera Dilantik Presiden Jokowi, Kepala Otorita IKN Bisa Langsung Tancap Gas

News

Eks Anggota NII: Kampanye Hitam Khilafah karena Regulasi Kurang Tajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com