Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Kantongi Laporan, Kejati Kalsel Bidik Dua Kasus Dugaan Mafia Tanah

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan kedatangan salah satu korban kasus dugaan mafia tanah, Treeswaty Lanny Susatya.
- Apahabar.com     Minggu, 27 Maret 2022 - 08:44 WITA

Kantongi Laporan, Kejati Kalsel Bidik Dua Kasus Dugaan Mafia Tanah

Ilustrasi Kantor Kejati Kalsel di Banjarmasin. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan (Kalsel) bidik dua kasus dugaan praktik mafia tanah. Menyusul adanya aduan ke Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel.

Tim tersebut tengah membidik dua kasus dugaan praktik mafia tanah di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Hal ini diakui Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalsel Romadu Novelino seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Minggu (27/3).

Disebutkannya untuk di Kabupaten Banjar locusnya di kawasan Kecamatan Gambut.  Sedangkan di Banjarbaru berada di kawasan Kecamatan Cempaka tepatnya di Kelurahan Sungai Tiung.

Sementara itu, pada Sabtu (26/3), Kejati Kalsel kedatangan salah satu korban kasus dugaan mafia tanah, Treeswaty Lanny Susatya.

Wanita berusia 62 tahun ini meminta perlindungan hukum ke Kejati Kalsel, agar perampasan tanah miliknya dapat diproses secara hukum.

“Tanah milik saya SHM 2525 seluas 10.836 M3 terletak di Jalan Ahmad Yani Km 16,696, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar dengan GS 3218/PPT tahun 1993 dikuasai mafia tanah yang menduduki tidak berdasar hukum,” kata Treeswaty dikutip dari Antara, Minggu (27/3).

Selain mengadu ke Kejati, Treeswaty juga telah melaporkan ke Ombudsman RI di Jakarta pada 21 Desember 2021 lalu.

Melalui aduannya itu, ia berharap mendapatkan haknya kembali setelah pada 11 November 2021 tanahnya dieksekusi atas permohonan SHM 1232 lewat Pengadilan Negeri (PN) Martapura dan BPN Kabupaten Banjar.

“Padahal eksekusi terhadap objek dan putusan tidak sesuai SHM 1232 GS 1207 dengan ukuran 59,4 x 340 meter atau total 20.196 M2 tidak sesuai kewenangan SK Gubernur yang hanya 20.000 M2 patut diduga SK palsu dan surat ukur 1 Juli 2013 telah dinyatakan cacat,” ungkapnya.

korban kasus dugaan mafia tanah, Treeswaty Lanny Susatya

Korban kasus dugaan mafia tanah, Treeswaty Lanny Susatya. Foto-Antara

Treeswaty pun kini menunggu proses hukum atas laporannya di Polda Kalsel yang kemudian dilimpahkan ke Polres Banjar.

Namun dia mengaku kecewa karena penyelidikan di polisi terhambat lantaran tak adanya izin Ketua Pengadilan agar pegawainya bisa diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Padahal Perma MA ada di bawah Undang-Undang Pasal 421 KUHP yang bisa memeriksa setiap pejabat diduga melakukan tindak pidana. Jadi polisi bisa menggunakan pasal tersebut untuk tidak menghentikan laporan saya,” katanya.

Pada 13 Oktober 2021 dia melapor ke Polda Kalsel dan kemudian dilimpahkan ke Polres Banjar pada 19 Oktober 2021 atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat Pasal 263 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 266 ayat 1.

“Sebelumnya juga ada laporan ke Bareskrim 29 Maret 2021 atas dugaan pemalsuan surat dalam akte atau otentik dan penyerobotan tanah Pasal 385 KUHP dengan 12 orang terlapor,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Banjarmasin Moch Yuli Hadi mengaku mengklarifikasi terlebih dahulu anak buahnya yang disebut diperlukan polisi keterangannya atas laporan Treeswaty Lanny Susatya.

Meski begitu, dia tak menampik tetap merujuk Surat Edaran Mahkamah Agung RI Nomor 04/2002 yang menyatakan pejabat Pengadilan yang melaksanakan tugas yustisial tidak dapat diperiksa baik sebagai saksi ataupun tersangka.

“Jadi sepanjang pelaksanaan tugasnya sebagai hakim, panitera, jurusita dan jurusita pengganti tidak bisa diperiksa penyidik,” jelasnya.

Buntut Korban Mafia Tanah, Akses Menuju Perumahan Grand City Balikpapan Ditutup Total

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

KM Ladang Pertiwi

Hot Borneo

AKHIRNYA… 7 Korban KM Ladang Pertiwi Tiba di Banjarmasin

Hot Borneo

Embat HP di Lapangan Futsal Kotabaru, Juru Parkir Diringkus Macan Bamega
Tanbu

Hot Borneo

Nekat Edarkan Sabu, Remaja 18 Tahun Tanbu Dibekuk Polisi!
WAHID HSU

Hot Borneo

Ssstt Uang Haram Eks Bupati HSU Mengalir ke Pusat!
BEM SI

Hot Borneo

4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru

Hot Borneo

Dukung Mardani H Maming, GMNI Kalsel Bantah Lakukan Intervensi Peradilan

Hot Borneo

Libur Lebaran Masih Panjang, Pantai Siring Pagatan Mulai Ramai Dikunjungi

Hot Borneo

Tersandung Penyelewengan Dana Desa, Kades Belandean Muara Batola Akhirnya Ditahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com