Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Kisah Edi Susanto, Pemuda Tanpa Dua Lengan di Simpang Nungki Batola

- Apahabar.com     Kamis, 24 Maret 2022 - 17:35 WITA

Kisah Edi Susanto, Pemuda Tanpa Dua Lengan di Simpang Nungki Batola

Edi Susanto bersama Slamet dan Warijem menceritakan kejadian yang menyebabkan kedua lengannya diamputasi. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Tekad Edi Susanto menjadi tulang punggung keluarga berangsur sirna. Kecelakaan kerja membuat warga Desa Simpang Nungki, Kecamatan Cerbon, Barito Kuala, ini harus kehilangan kedua lengan.

Insiden memilukan itu berawal 7 September 2018 sekitar pukul 15.00 Wita, ketika Edi bekerja memasang rangka atap aluminium Pasar Ikan Wangkang di Marabahan.

Edi yang baru sekitar tiga hari bekerja di lokasi itu, tidak menyadari kalau salah satu batang aluminium yang dipegang tersentuh kabel listrik bertegangan tinggi.

Seketika aliran listrik pun mengalir, sehingga membuat tubuh Edi terlempar ke bawah dari ketinggian sekitar 7 meter.

“Ketika jatuh ke tanah, saya masih dalam keadaan sadar. Namun pandangan gelap dan saya tidak mampu lagi merasakan kaki maupun tangan,” jelas Edi Susanto kepada apahabar.com, Kamis (24/3).

Selanjutnya Edi langsung dilarikan ke RSUD Abdul Aziz Marabahan untuk menjalani perawatan akibat luka bakar di kedua tangan dan telapak kaki.

Namun seminggu dalam perawatan, pria kelahiran Madiun 3 Juni 1997 ini harus menerima kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

“Sekitar seminggu dirawat, tangan kanan saya diharuskan diamputasi karena sudah tidak mungkin lagi diselamatkan,” lirih Edi.

Sekitar satu bulan dirawat di Marabahan, Edi meminta dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Namun kembali takdir berkata lain, setelah dua bulan dirawat dan menjalani enam kali operasi pemulihan tangan kiri di Banjarmasin.

“Seusai operasi keenam, kondisi tangan kiri saya bukan membaik, tapi mulai membusuk. Dikhawatirkan pembusukan itu akan berpengaruh ke jantung,” cerita Edi.

“Tentu saja perasaan saya hancur, karena harus kehilangan tangan lagi. Namun karena sudah menjadi pilihan terakhir, saya berusaha ikhlas,” tambahnya.

Selama perawatan di rumah sakit, biaya pengobatan ditanggung pemimpin perusahaan tempat Edi bekerja. Terlebih Edi belum memiliki asuransi kesehatan apapun.

Namun demikian, amputasi yang kedua itu tak urung sempat meruntuhkan semangat Edi, mengingat kecelakaan di tempat kerja diawali kekhilafan sendiri.

Sepatu bot plastik yang seharusnya tetap dikenakan, justru dilepas lantaran Edi kepanasan akibat terik sinar matahari.

Pun ketika meninggalkan Madiun selepas lulus SMP, Edi sudah bertekad membantu kakek dan nenek yang lebih dulu mengikuti transmigrasi di Simpang Nungki sejak 2007.

Diketahui Edi merupakan anak tunggal dan sempat dipelihara adik kandung sang nenek di Madiun, hingga akhirnya menamatkan SMP.

Sementara sang ibu, Sumini, ikut transmigrasi ke Simpang Nungki. Sedangkan sang ayah, bekerja di Surabaya dan memutuskan memiliki keluarga lagi.

Lantas sekitar dua bulan menetap di Simpang Nungki, Sumini meninggal dunia akibat tumor mata yang diderita selama bertahun-tahun.

“Kami ikut transmigrasi karena nyaris tidak memiliki apa-apa lagi di Madiun. Sebagian besar sudah dijual untuk keperluan berobat Sumini,” cerita Warijem (65), nenek Edi Susanto.

Edi sendiri baru mengetahui sang ibu sudah meninggal, ketika duduk di kelas VI Sekolah Dasar. Padahal kejadian ini sudah terjadi dua tahun sebelumnya.

“Kejadian tersebut memang sengaja dirahasiakan. Namun setelah lulus SMP, kami menjemput Edi di Madiun karena kami juga hanya tinggal berdua di Simpang Nungki,” timpal Slamet (65), kakek Edi Susanto.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

maming

Hot Borneo

7 Pendemo yang Tuntut Mardani H Maming di KPK Ternyata Tidak Punya Data
Kampung Baru

Hot Borneo

Tragis! Remaja Tanah Bumbu Luka-luka Akibat Diserang Anjing Liar

Hot Borneo

Harga Bahan Pokok di Pasar Marabahan Relatif Stabil, Tetapi…
Vaksinasi Anak

Hot Borneo

Simalakama Target Vaksinasi Anak di Banjarmasin
Kalimantan Super League

Hot Borneo

Perdana! Esport Kalimantan Pes Mobile Gelar Turnamen se-Kalimantan
Libur sekolah

Hot Borneo

Kadisdik Banjar: Guru Menyesuaikan Libur Siswa
Morlan Hasibuan

Hot Borneo

Didukung 50 Persen Suara, Morlan Hasibuan Jadi Ketua PUK SP KEP Buma
Alfamart Ambruk

Hot Borneo

INNALILLAHI Satu Korban Alfamart Gambut Tewas Tertimbun, Kasir Selamat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com