Shin Tae-yong Puji Semangat Juang Garuda Muda Tumbangkan Malaysia Keluh Kesah Pengusaha Sawit Kalsel Kala Larangan Ekspor CPO 4 Universitas Walk Out, Munas BEM SI di Kalsel Pilih Koordinator Baru Bukan Laka Tunggal! Penyebab Pikap Tabrak Pohon Berujung Maut di Gambut Krisis Air Bersih di Kota Sungai, Ombudsman Panggil PDAM Bandarmasih

Luapan Kekesalan Presiden Joko Widodo, Ketika Pensil Pun Masih Impor

- Apahabar.com     Jumat, 25 Maret 2022 - 12:11 WITA

Luapan Kekesalan Presiden Joko Widodo, Ketika Pensil Pun Masih Impor

Bangga Buatan Indonesia, Presiden Joko Widodo menginstruksikan pembentukan tim khusus pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo tampak begitu kesal dalam pengarahan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Jumat (25/3).

Faktanya sejumlah barang yang digunakan sejumlah kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah masih diimpor.

Kekesalan pertama diarahkan kepada impor seragam, sepatu tentara dan polisi. Kemudian tempat tidur di rumah sakit dan alat kesehatan.

Berkaitan dengan impor alat kesehatan dan tempat tidur rumah sakit, kejengkelan langsung diarahkan kepada Menteri Kesehatan.

“Padahal produksi alat kesehatan dan tempat tidur untuk rumah sakit sudah tersedia di Yogyakarta, Bekasi dan Tangerang, tapi masih impor. Mau saya umumkan kalau saya jengkel?” papar Presiden seperti dilansir CNN.

Presiden juga menyoroti impor alat pertanian. Kegeraman ini sudah terjadi, ketika Jokowi melakukan penanaman jagung di Atambua, Kamis (24/3).

Dalam kesempatan itu, Presiden mendapati traktor yang sebenarnya tidak berteknologi tinggi, tapi dibeli dari luar negeri.

“Alat mesin pertanian seperti traktor tak berteknologi tinggi saja impor. Jengkel saya,” tegas Presiden.

“Saya semakin heran karena pensil, kertas, pulpen, bangku, kursi dan laptop saja harus impor. Terkadang saya berpikir jangan-jangan kita tidak kerja detail, sehingga tak tahu barang yang dibeli itu impor,” imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, Presiden mengharapkan agar setiap daerah membentuk tim khusus untuk pelaksanaan penggunaan produk dalam negeri.

“Saya menginstruksikan setiap kementerian dan kepala daerah untuk menyisihkan 40 persen anggaran guna membelanjakan produk-produk buatan dalam negeri. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi 1,5 hingga 1,7 persen,” tandasnya.

Editor: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Punya Nilai 500 Triliun, Pemerintah RI Masih Sulit Ekspor Sarang Walet
Parade MotoGP

News

Sebelum Parade MotoGP, Presiden Jokowi Terima Para Pembalap di Istana Merdeka

News

Penembakan di Pilpres Filipina, 6 Tewas
Ramadan

News

Hari Kedua Ramadan, Satpol PP Banjarmasin Temukan Warung Makan Buka Siang
Ketua MK

News

Rencana Ketua MK Nikahi Adik Presiden Tuai Kritik

News

Ratusan Pengungsi Gempa Pasaman Barat Mulai Dirundung Penyakit

News

Innalillahi, Syamsir Alam Guru Offroad Indonesia Meninggal Dunia
HIPMI

News

Buntut Serangan Buzzer, Tagar Mardani H Maming Dikriminalisasi Bergema di Twitter!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com