Kandas di Piala Presiden, Barito Putera Langsung Fokus ke Liga 1 Persiba Balikpapan Gasak PSIM Yogyakarta 2-0 Tarif Air Bersih Naik, Dewan Kotabaru Minta Pelayanan PDAM Ikut Membaik Indomaret Izin Masuk Barabai Bukan Pepesan Kosong Gaji ke-13 Sudah Cair Rp 8 Triliun, ASN Banjarmasin Sabar Dulu…

Menteri Siti Beri Nama Bayi Bekantan Banjarmasin

Menteri LHK sebelumnya juga pernah melepasliarkan bekantan betina bernama Lola Amalia di Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
- Apahabar.com     Kamis, 31 Maret 2022 - 06:45 WITA

Menteri Siti Beri Nama Bayi Bekantan Banjarmasin

Bayi bekantan yang baru lahir diberi nama Hanny oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya memberi nama seekor bayi bekantan yang baru lahir di bekantan Rescue Center Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah ibu Menteri LHK berkenan memberikan nama untuk kelahiran anak bekantan terbaru ini, namanya Hanny,” kata Ketua Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki di Banjarmasin, Rabu (31/3) dilansir Antara.

Nama “Hanny” pun tertuang resmi pada sertifikat pemberian nama yang ditandatangani Menteri LHK untuk bekantan berjenis kelamin betina itu. Menurut Amel, sapaan akrab Amalia, sang menteri mengapresiasi kinerja SBI dalam upaya pelestarian bekantan.

Apalagi kelahiran bayi bekantan di tempat perawatan bekantan sementara adalah kejadian langka. Dan merupakan prestasi tersendiri bagi dunia konservasi, terutama bagi SBI dan BKSDA Kalsel.

Betapa tidak, di tengah keterancaman populasi bekantan akibat akibat alih fungsi lahan, kebakaran hutan dan perburuan liar, ternyata masih ada harapan penambahan populasi bekantan secara ex-situ, terutama hasil titipan yang bisa melahirkan.

Sebagai pengingat, Menteri LHK sebelumnya juga pernah melepasliarkan bekantan betina bernama Lola Amalia di Pulau Bakut, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, 18 Februari 2017 silam.

Nama Lola Amalia diberikan oleh Siti Nurbaya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Amalia Rezeki yang selama ini melakukan upaya penyelamatan bekantan di Kalimantan Selatan.

Bahkan Amel pernah diutus oleh Kementerian LHK mengikuti pertemuan forum pemuda lingkungan hidup antar negara ASEAN dan sekaligus meraih penghargaan ASEAN Youth Eco-champions Award (AYECA) 2019 yang dilaksanakan di negara Kamboja.

Amel menjelaskan Hanny lahir dari pasangan induk Mimin (betina) dan Pedro (pejantan). Kedua satwa tersebut serahan dari masyarakat yang dipelihara sejak bayi dan setelah dewasa diserahkan ke SBI untuk direhabilitasi karena perilaku alaminya telah hilang. Selama dalam perawatan kedua bekantan tersebut menunjukkan gejala birahi hingga digabungkan untuk kawin dan akhirnya melahirkan.
​​​​

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

News

Innalillahi… Eks Menteri Perindustrian Fahmi Idris Meninggal Dunia
Haji

News

Penerbangan ke Madinah, Jamaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Pesawat
Alissa Wahid

News

Sejumlah Tokoh Kecam Pengeroyokan Ade Armando

News

Belajar dari Kecelakaan Vanessa Angel, Berikut Tips Aman Mengemudi

DPRD Banjarbaru

Bantu Urai Kemacetan, ATCS Banjarbaru Dinilai Efektif
MotoGP Mandalika

News

Gerindra Sebut Penyelenggaraan MotoGP di Mandalika Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

News

Kemnaker Catat 4.058 Pengaduan THR, Mayoritas Terlambat Dibayar
Dua Kakak Beradik di Samarinda Tewas Tenggelam

News

Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Rest Area Balikpapan-Samarinda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com