Innalillahi.. Avanza Vs Strada di Batulicin Tewaskan Pejabat BPBD Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah Muda Banjarmasin, Berawal dari Perceraian Duh, Ayah Muda Banjarmasin Tega Cabuli Anak Kandung Heboh, Ibu di Balikpapan Tega Kurung Tiga Anak Kandungnya dalam Kamar Diguyur Hujan Lagi, Warga Kotabaru Diminta Tetap Waspada Banjir

Oknum Polisi yang Terlibat Kasus Kayu Ilegal Ternyata Desersi

- Apahabar.com     Kamis, 31 Maret 2022 - 19:35 WITA

Oknum Polisi yang Terlibat Kasus Kayu Ilegal Ternyata Desersi

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengungkapkan oknum polisi berinisial AB yang terlibat tindak pidana bisnis kayu ilegal merupakan desersi. AB disebut telah lama meninggalkan tugas kedinasannya di Polres Hulu Sungai Utara.

“Yang bersangkutan sudah kurang lebih setahun belakangan desersi dari kesatuannya,” kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i di Banjarmasin, dilansir dari Antara, Kamis (31/3).

Atas perilaku indisipliner tersebut, AB yang berpangkat Aipda sudah masuk daftar cari oleh Bidang Propam Polda Kalsel.

Rifa’i menyebut AB terancam sanksi internal yang cukup berat mengingat pelanggaran disiplin sekaligus pidana yang dilakukannya.

“Kalau memang dinilai pimpinan tidak layak lagi sebagai anggota Polri maka sanksi terberatnya PTHD (pemberhentian tidak dengan hormat),” kata dia.

Diketahui AB ditangkap Subdit Gakkum Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalsel karena diduga terlibat bisnis kayu ilegal.

AB ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya dalam kasus pengangkutan kayu tanpa dilengkapi dokumen sah menggunakan kapal di Sungai Alalak Banjarmasin.

Hasil pemeriksaan, AB merupakan pemilik 245 potong kayu bulat ilegal yang disita dari kapal KM Berkat Rahim. Kayu dengan total 35,89 meter kubik itu terdiri dari berbagai jenis seperti meranti, bintangur, terantang dan jambon yang berasal dari Desa Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah untuk dijual ke Banjarmasin.

Tersangka dijerat Pasal 83 ayat 1 huruf B Undang-Undang RI No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan maksimal Rp2,5 miliar.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Hot Borneo

Geramnya Senator Kalsel: Ungkap Dalang Upaya Kriminalisasi Bendahara NU Mardani H Maming!
Sekumpul

Hot Borneo

Megaproyek Miliaran Sekumpul Bak Tiba Masa Tiba Akal
Pria nekat lompat ke Sungai Martapura

Hot Borneo

Terungkap, Pengakuan Pria Nekat Sebelum Lompat ke Sungai Martapura
Red Wheels Scooter

Hot Borneo

Cek Lokasi-Jam Operasional Red Wheels Scooter di Tabalong
warga jaro

Hot Borneo

Usai Beli Narkoba, Warga Jaro Tabalong Disergap Polisi di Toilet Musala

Hot Borneo

Gara-Gara Oknum Lurah, Ribuan ASN Banjarmasin Dites Urine
jasa raharja

Hot Borneo

Sopir Pikap Laka Beruntun di Balikpapan Hembuskan Napas Terakhir
Hacker Amuntai

Hot Borneo

Wow! Alat Peretas Buatan Pemuda Amuntai Pernah Serang Apple, PayPal dan Amazon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com