Padang Ilalang Disulap Jadi Wisata Bunga di Batu Benawa HST Satu Korban LCT Tenggelam di Tanah Laut Ditemukan, Identitas Belum Diketahui Jelang Wukuf, Kesehatan Jemaah Haji Kalsel Terus Dikontrol Temui Zelenskyy dan Putin, Jokowi Bawa Misi Penting Negara Berkembang Manuver Plt Bupati HSU Soal Pasar Alabio, Prof Denny: Ada yang Tidak Beres

Pabrik Minyak Goreng Haji Isam Mulai Beroperasi Pertengahan Tahun Ini

Keberadaan pabrik minyak goreng di Kalsel, diharapkan bakal membantu meningkatkan perekonomian dari hulu sampai hilir dalam agro industri sawit, mengingat pasar minyak goreng sangat potensial di mana kebutuhan setiap tahun terus meningkat.
- Apahabar.com     Selasa, 22 Maret 2022 - 06:51 WITA

Pabrik Minyak Goreng Haji Isam Mulai Beroperasi Pertengahan Tahun Ini

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembangunan pabrik minyak goreng PT Jhonlin Agro Raya (JAR) bakal segera rampung.

Target pengolahan minyak goreng di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu pun akan beroperasi mulai pertengahan tahun ini.

Keberadaan pabrik ini diyakini dapat berkontribusi dalam memenuhi ketersediaan minyak goreng di Bumi Lambung Mangkurat.

“Ini tentunya bisa berkontribusi dalam menutupi kekurangan suplai minyak goreng di Kalsel,” kata Direktur Utama Eshan Agro Sentosa (EAS) Group, Bambang Aria Wisena di Banjarmasin, Senin (21/3).

Pabrik minyak goreng ini merupakan fraksinasi dari pabrik refinery yang nantinya bakal mengolah 250 ton bahan baku per hari dan mampu menghasilkan 160 ton minyak goreng per hari

“Untuk bahan bakunya, kami olah dari kebun kelapa sawit dan kebun kebun lokal di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur PT JAR Zafrinal di Batulicin Jumat mengatakan pabrik minyak goreng milik anak perusahaan Jhonlin Group, di Sungai Dua, Batulicin, tersebut, bakal memproduksi minyak goreng premium kemasan 1 liter dan 2 liter dengan harga terjangkau masyarakat luas.

Menurut Zafrinal, pembangunan pabrik yang dikerjakan PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi dimulai 29 Juli 2021 dan ditargetkan rampung 29 Juli 2022.

Saat ini, lanjut dia, proyek pembangunan tersebut, menyedot tenaga kerja hingga 250 orang warga sekitar, serta nantinya saat beroperasi, pabrik yang bersistem operasi digital itu bakal menyerap 60 tenaga operasional.

“Jika pabrik beroperasi, tentu akan menciptakan lapangan kerja baru dan rencananya akan menyerap 80 persen tenaga kerja lokal,” tambahnya.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, kata dia, pembangunan pabrik minyak goreng tersebut, juga menjadi salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat ini.

Keberadaan pabrik minyak goreng di Kalsel, diharapkan bakal membantu meningkatkan perekonomian dari hulu sampai hilir dalam agro industri sawit, mengingat pasar minyak goreng sangat potensial di mana kebutuhan setiap tahun terus meningkat.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga memerlukan minyak goreng bermutu dengan harga kompetitif.

“Target jangka panjang JAR adalah pemenuhan kapasitas dan ekspansi kapasitas produksi, serta hilirisasi produk CPO dengan produk berkualitas. Harapannya bisa menghasilkan produk minyak goreng berkualitas yang terjangkau masyarakat,” ujar Zafrinal.

GM PT JAR Mathirlan Romadhoni mengatakan target produksi pabrik baru bakal terealisasi secara bertahap, mulai 50 ton per hari hingga nantinya mencapai kapasitas maksimum 160 ton per hari.

“Kemasan yang diproduksi adalah kemasan 0,5 liter, 1 liter dan 2 liter agar memenuhi daya beli masyarakat, mengingat pasar 0,5 liter, 1 liter dan 2 liter cukup besar,” katanya.

Menurut dia, area pemasaran pada tahap awal memang diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Kalsel, meski tidak menutup kemungkinan bakal berkembang ke provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Kelebihan minyak goreng JAR adalah diproses dari lahan sawit kebun sendiri dan kualitasnya premium sehingga harganya bakal kompetitif dan terjangkau,” katanya.

PT JAR merupakan unit perusahaan PT Jhonlin Group milik Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam.

Di Kalsel sendiri, pabrik minyak goreng sangat minim. Satu-satunya brand lokal terkenal di Banua yakni minyak goreng kemasan Alif milik PT Sime Darby Oil di Kabupaten Kotabaru.

Belakangan terakhir, minyak goreng memang menjadi momok nomor satu bagi warga. Kelangkaan terjadi di mana-mana, sebelum akhirnya pemerintah mencabut harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu/liter.

Hasilnya harga melambung. Di Kalsel bahkan ada yang tembus sampai Rp26 ribu untuk 1 liter. Sedangkan minyak goreng ukuran 2 liter dibanderol mencapai Rp51.400.

Jika melihat data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, jumlah produksi sawit setiap tahunnya diklaim terus meningkat.

Tahun 2021 lalu tercatat sekitar 5,3 juta TBS (tandan kelapa sawit). Sementara total CPO nya tembus 1,5 juta ton.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi. Foto-Istimewa

News

Jokowi Imbau Pemudik Balik Lebih Awal Jangan Semua Bareng
apahabar.com

News

Berani, Bintang Emon Kritik RKHUP Penghinaan Pemerintah
Mardani H Maming

News

Tagar #LawanMafiaHukum Trending Topic Twiter, Warganet Berikan Dukungan ke Mardani H Maming
Booster

News

9,8 Juta Dosis Vaksinasi Booster di Indonesia Sudah Disuntikkan

News

Dua Tahun Corona di Banjarmasin, Pasien Ulin-01 Temukan Banyak Perbedaan

News

Mahfud MD Bicara Jeratan Hukum Deddy Corbuzier & Pelaku LGBT
Daftar upah bos perusahaan batu bara di Indonesia

News

Fantastis! Berikut Daftar Upah 7 Bos Perusahaan Batu Bara di Indonesia
anak

News

Sungguh Tega, Anak Piting Kepala Ayah hingga Tewas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com