Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

Pemindahan IKN, Universitas Cahaya Bangsa Tatap Peluang Kerja di Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan
- Apahabar.com     Sabtu, 19 Maret 2022 - 14:20 WITA

Pemindahan IKN, Universitas Cahaya Bangsa Tatap Peluang Kerja di Kaltim

Suasana sidang Universitas Cahaya Bangsa Banjarmasin. Foto-Bahaudin

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemindahan ibu kota negara (IKN) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN telah ditetapkan beberapa waktu lalu.

Ketua Yayasan Cahaya Bangsa, Akhmad Murjani mengatakan bahwa pemindahan IKN merupakan suatu peluang pekerjaan bagi alumni mahasiswa/i Universitas Cahaya Bangsa untuk bekerja di IKN Kaltim.

Hari Sabtu ini (19/3/2022), Universitas Cahaya Bangsa melakukan proses wisuda sarjana XVI.

Sebanyak ratusan mahasiswa/i dari fakultas kesehatan masyarakat dan keperawatan memperoleh gelar sarjana.

“Tenaga kesehatan tentu dibutuhkan karena banyak sumber daya manusia dari Kalsel yang dipindah bekerja di IKN Kaltim,” ujarnya.

Ia menjelaskan profesi tenaga kesehatan dalam regulasi IKN sangat prioritas untuk bekerja disana. Rasio jumlah tenaga kesehatan di Kalsel tidak mencukupi mendapatkan peran dalam pemerintahan 13 kabupaten/kota.

“Tinggal nanti proporsinya kepada yang bersangkutan, apakah untuk memilih bekerja disana atau bagaimana,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa tenaga kesehatan harus diperhatikan oleh pemerintah daerah (Pemda) dan perusahaan yang bergerak dalam bidang farmasi.

Tenaga kesehatan, kata dia bahwa memiliki keterampilan sebagai perawat dan lainnya. Atas itulah baginya tenaga kesehatan bisa beraktivitas secara mandiri, seperti membuka jasa pelayanan dan konsultan kesehatan.

“Karena lulusan kesehatan masuk dalam semua sektor, bukan mengandalkan jadi pegawai negeri saja tapi di pihak swasta,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Cahaya Bangsa Banjarmasin, Hj Sri Erliani menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan program merdeka belajar sejak lama. Mahasiswanya sudah mengikuti praktik lapangan di instansi pemerintah dan swasta.

“Terutama yang mahasiswa keperawatan sudah ada yang punya klinik, otomatis harus dihargai mata kuliah tersebut,” ucapnya.

Universitas Cahaya Bangsa, lanjut dia bakal menambah fakultas pertanian yang bekerjasama dengan Pemprov Kalsel.

“Ini memberikan prioritas anak dari keluarga petani untuk bisa kuliah di tempat kami,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Jumat Berkah Polsek Satui

News

Jumat Berkah, Polsek Satui Bagi-bagi 400 Nasi Bungkus
Demo Mahasiswa

News

BEM SI Batal Geruduk Istana, Demo 11 April Geser ke Gedung DPR

News

Usai Libur Lebaran, Polres Kotabaru Kembali Gencarkan Vaksinasi Booster

News

Hujan Tetap Terjadi di Musim Kemarau di Indonesia, BMKG Beri Penjelasan
IKN Nysantara

News

Habib Banua Sesalkan Kepala Otorita IKN Bukan Putra Daerah
Gelombang

News

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 2,5 Meter Hari Ini dan Besok
Rusia

News

Heboh! Elite Rusia Ingin Lengserkan Putin
perosotan kenjeren water park ambrol

News

Pengunjung Histeris, Detik-Detik Perosotan Kenjeran Water Park Ambrol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com