Rumah Sakit TPT Banjarmasin Dihebohkan Si Jago Merah, Pasien Dilanda Kepanikan Waspada, Jaringan Narkotika Incar Pasar di IKN Nusantara & Daerah Penyangga 9 Bulan PDPB, KPUD Tabalong Temukan Ribuan Pemilih Ganda Guru Bakhiet Doakan Prabowo Presiden 2024, Gerindra Tangkis Tudingan Warganet Di Tengah Kekhawatiran Pasokan, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Lemah Rupiah

Efek geopolitik ikut berdampak pada hampir seluruh komoditi global yang mengalami kenaikan harga secara tajam pada awal sesi perdagangan pekan ini.
- Apahabar.com     Senin, 7 Maret 2022 - 12:13 WITA

Perang Rusia Vs Ukraina Bikin Lemah Rupiah

Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Foto-Bisnis

apahabar.com, BANJARMASIN – Memanasnya hubungan Rusia dengan Ukraina membuat nilai tukar (kurs) rupiah awal pekan ini melemah.

Rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp14.415 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.387 per dolar AS.

“Pagi ini rupiah terlihat mengalami tekanan yang cukup signifikan karena efek penguatan dolar AS. Efek penguatan dolar AS ini terdampak dari masalah geopolitik dari Ukraina dan Rusia,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Senin (7/3) dikutip apahabar.com dari Antara.

Menurut Nikolas, efek geopolitik tersebut pun ikut berdampak pada hampir seluruh komoditi global yang mengalami kenaikan harga secara tajam pada awal sesi perdagangan pekan ini.

“Untuk sepekan ini, perlu perhatikan perkembangan geopolitik Ukraina-Rusia, ditambah dengan sejumlah data AS yang dapat menggerakkan nilai dolar AS dan berujung pada gerak rupiah,” ujar Nikolas.

Pertempuran meningkat selama akhir pekan lalu dan upaya gencatan senjata untuk memungkinkan warga sipil mengungsi dari kota Mariupol yang terkepung tampaknya sejauh ini gagal.

Rusia menyebut operasi militer yang diluncurkan pada 24 Februari 2022 lalu sebagai “operasi militer khusus” dan mengatakan tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina.

Rupiah awal pekan ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.430 per dolar AS hingga Rp14.470 per dolar AS.

Pada Jumat (4/3), rupiah ditutup menguat 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.87 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.394 per dolar AS.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Lomba Mancing apahabar.com

News

Menengok Keseruan apahabar.com Fishing Tournament 2022 di Kolam H Mansyah
Korupsi HSU

News

Babak Baru Skandal Bupati Nonaktif HSU, Wahid Segera Disidang di Banjarmasin
IKN Nusantara

News

Presiden Jokowi: Teriakan Tiga Periode Keinginan Masyarakat
Pembunuhan Tanah Laut

News

Di Balik Cekcok Maut Lahan di Asam-Asam Tanah Laut
Inflasi

News

Jokowi: Hentikan Perang Sekarang Juga!
Beda Agama Semarang

News

Viral ‘Penghulu’ Beda Agama, Pernah Nikahkan Sejoli Banjar

News

Ukraina Diserang Rusia, Klitschko Bersaudara Sudah Siap Angkat Senjata
Haji 2022

News

Hari Ini, Ribuan Calon Haji Tanah Air Mulai Bergeser dari Madinah ke Mekkah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com